Inflasi Juli Capai 0,21% karena Harga Cabai hingga Uang Sekolah Naik
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada Juli tercatat sebesar 0,21% dibandingkan bulan sebelumnya atau 3,08% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Inflasi pada bulan lalu disumbangkan kenaikan harga tarif pesawat, daging ayam ras, cabai merah, dan bawang putih.
Deputi Bidang Statististik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini menjelaskan, inflasi secara bulanan pada Juli lebih tinggi dibandingkan Juni sebesar 0,14%, tetapi lebih rendah dibandingkan Juni 2022 sebesar 0,61%. Namun, inflasi secara tahunan pada bulan lalu lebih rendah dibandingkan Juni yang tercatat 3,52%.
"Penyumbang inflasi bulanan terbesar pada Juli adalah kelompok transportasi dengan inflasi 0,58% dan andil 0,08%, " ujar Pudji dalam konferensi pers, Selasa (1/9).
Ia menjelaskan komoditas yang menyumbangkan inflasi paling besar pada bulan lalu adalah tarif pesawat dengan andil 0,06%, daging ayam ras 0,04%, cabai merah 0,03%, dan bawang putih 0,02%. Selain itu, ada beberapa komoditas yang memberikan andil sebesar 0,01% terhadap inflasi, yakni biaya sekolah dasar, telur ayam ras, biaya sekolah menengah atas, biaya sekolah memengah pertama, rokok kretek filter, dan kentang.
"Dari 90 kota IHK yang disurvei, ada 77 kota yang mengalami inflasi. Sebanyak 46 kota mengalami inflasi di atas nasional dan 31 kota di bawah inflasi nasional, sedangkan 13 kota mengalami deflasi," kata dia.
Inflasi tertinggi terjadi di Mankowari sebesar 1,43%, sedangkan deflasi terdalam terjadi di kota Tual sebesar 0,5%. Inflasi di Mankowari disumbangkan oleh tarif angkutan udara, ikan segara, beras, sirih, dan cabai rawit.
Ia menjelaskan, inflasi berdasarkan komponennya pada bulan lalu terutama disumbangkan oleh komponen harga yang diatur pemerintah dan inti dengan andil masing-masing 0,09%. Inflasi komponen harga yang diatur pemerintah tercatat sebesar 0,44%, sedangkan inflasi inti 0,13%.
Penyumbang utama inflasi harga yang diatur pemerintah adalah tarif angkutan udara dan harga rokok, sedangkan inflasi inti disumbangkan oleh kenaikan biaya sekolah SD, SMP, dan SMA.
Sementara itu, komponen harga yang bergejolak mencatatkan inflasi 0,17% dengan andil o,03%. Inflasi pada komponen ini disumbangkan kenaikan harga daging ayam ras, cabai merah, dan bawang putih.
