Rupiah Menguat Pagi Ini Usai Data PMI Manufaktur Amerika Memburuk
Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,22% ke level 15.262 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Sejumlah mata uang regional menguat pagi ini setelah data manufaktur dan jasa AS bulan Agustus tercatat lebih buruk dari ekspektasi pasar.
Beberapa mata uang regional yang menguat, di antaranya won Korsel 1,22%, ringgit Malaysia 0,35%, rupee India 0,29%, dolar Taiwan 0,38%, peso Filipina 0,10%, baht Thailand 0,08%, dolar Singapura 0,06% dan dolar Hong Kong 0,01%. Sebaliknya, yen Jepang dan yuan Cina melemah masing-masing 0,14% dan 0,09%.
Rupiah diramal kembali menguat hari ini setelah rilis cepat survei kegiatan manufaktur AS menunjukkan kontraksi lebih dalam dari perkiraan pasar. Analis pasar uang Lukman Leong memperkirakan kurs garuda bergerak di rentang 15.250-15.350 per dolar AS.
S&P Global melaporkan indeks PMI sektor jasa AS bulan Agustus sebesar 50,4 atau di bawah konsensus Reuters sebesar 52,2. Sementara, PMI sektor manufaktur tercatat 47, juga di bawah konsensus sebesar 49,3 poin. Data indeks PMI jasa dan manufaktur yang di bawah ekspektasi pasar ini menekan dolar AS.
"Investor juga cenderung wait and see menantikan hasil rapat dewan gubernur BI siang nanti," kata Lukman dalam catatannya pagi ini.
Mengutip Investing.com, suku bunga BI hari ini diperkirakan masih dipertahankan di level 5,75%.
Senada, analis pasar uang Ariston Tjendra juga memperkirakan kurs garuda menguat ke arah 15.250, dengan potensi resisten di kisaran 15.330 per dolar AS. Penguatan tersebut didukung sentimen yang tepantau positif terhadap aset berisiko pagi ini setelah data PMI di AS lebih buruk dari ekspektasi pasar.
Namun, ia menyebut penguatan rupiah masih rentan karena ekspektasi kebijakan suku bunga AS yang masih berubah-ubah tergantung data ekonomi AS. Selain itu, kurs juga masih terbebani perlambatan ekonomi Cina.
"Mulai defisitnya neraca transaksi berjalan (current account) di kuartal kedua 2023 setelah surplus selama tujuh kuartal beruntun bisa menjadi penekan untuk rupiah ke depan," kata Ariston.
Sementara itu, pertemuan BI siang ini diperkirakan tak akan mempengaruhi pegeakan rupiah karena ekspektasi pasar tidak ada perubahan arah kebijakan.
