BI Ramal Pembiayaan Korporasi Naik pada April 2024, Ini Pendorongnya

 Zahwa Madjid
Oleh Zahwa Madjid - Ferrika Lukmana Sari
27 Februari 2024, 14:34
Pembiayaan Korporasi
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Gedung Bank Indonesia (BI), Jalan M. H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).
Button AI Summarize

Bank Indonesia (BI) memperkirakan kebutuhan pembiayaan korporasi meningkat pada tiga bulan ke depan atau pada April 2024. Hal ini tercermin pada saldo bersih tertimbang (SBT) pada tiga bulan mendatang akan berada di level 29,3% atau lebih tinggi dibandingkan periode maret 2024 yakni 22,1%.

Perkiraan tersebut berdasarkan survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan Januari 2024 dari Bank Indonesia. Berdasarkan survei tersebut, peningkatan pembiayaan korporasi akan terjadi pada sejumlah lapangan usaha (LU) mulai dari LU pertanian, LU konstruksi, dan LU industri.

“Pertumbuhan pembiayaan korporasi terutama untuk mendukung aktivitas operasional sebesar 85,0% dan investasi 20,0%,” tulis survei BI dikutip Selasa (27/2).

Responden menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan dana selama tiga bulan mendatang mayoritas masih dipenuhi dari dana sendiri sebesar 70,7%. Meski nilai ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 76,3%.

Diikuti pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik 17,9%, pengajuan kredit baru ke perbankan dalam negeri sebesar 12,9%. Kemudian pembiayaan yang berasal dari pinjaman atau utang dari perusahaan induk sebesar 10,7%.

Pembiayaan Korporasi Naik Terbatas pada Awal 2024

Sementara pada Januari 2024, kebutuhan pembiayaan korporasi terindikasi tumbuh terbatas. Hal ini tercermin dari SBT pembiayaan korporasi sebesar 6,5%, lebih rendah dibandingkan SBT 18,4% pada Desember 2023.

Pertumbuhan pembiayaan tersebut terutama didorong oleh peningkatan kebutuhan pada lapangan usaha (LU) Pertambangan. Sementara perlambatan terjadi pada LU Perdagangan dan penurunan pada LU Penyedia Makan serta Minuman. 

Adapun kebutuhan pembiayaan korporasi digunakan untuk mendukung aktivitas operasional dan membayar kewajiban jatuh tempo. Sementara sumber pembiayaan korporasi, terbesar dari dana sendiri (59,2%), pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik (17,3%) dan pembiayaan dari perbankan dalam negeri (7,1%).

"Responden menyampaikan alasan pemilihan sumber pembiayaan terutama masih dipengaruhi oleh aspek kemudahan dan kecepatan memperoleh dana (76,5%) serta biaya (suku bunga) yang lebih murah (17,3%)," tulis BI.

Halaman:
Reporter: Zahwa Madjid
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...