Menko Airlangga Akui Ketimpangan Ekonomi Makin Lebar Meski Kemiskinan Turun

Ringkasan
- Enam bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI, BTN, Bankaltimtara) akan membangun kantor bank di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Kantor tersebut ditargetkan beroperasi pada kuartal pertama 2026.
- Pembangunan kantor bank terletak di Sub-WP 1B KIPP, yang merupakan kawasan strategis yang dirancang sebagai pusat keuangan di IKN. Proses pembangunan ditargetkan dimulai akhir kuartal pertama hingga kuartal kedua 2025.
- Otorita IKN memastikan akan mengawal proses pembangunan kantor perbankan dan memberikan rincian proyek yang akan dibangun oleh masing-masing bank.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui ketimpangan ekonomi makin melebar di Indonesia. Hal ini terjadi meski data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat kemiskinan mencapai angka terendah dalam sejarah pada September 2024.
“Memang indeks kesenjangan ini yang harus kita dongkrak,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta pada Jumat (17/1).
Airlangga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan untuk meningkatkan konsumsi kelas menengah guna mempersempit ketimpangan ekonomi tersebut. Menurutnya, konsumsi kelas menengah, yang mencakup UMKM dan pekerja karyawan, akan menjadi fokus utama pemerintah.
“Kelas menengah itu kan di UMKM dan pekerja karyawan atau karyawati, sehingga itu yang kita dorong,” ujar Airlangga.
Salah satu kebijakan yang dilakukan pemerintah adalah memberikan insentif pajak penghasilan (PPh) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pekerja dengan gaji hingga Rp 10 juta. “Itu PPh-nya ditanggung pemerintah sehingga akan mendorong daya beli,” kata Airlangga.
Peningkatan Ketimbangan Pendapatan
BPS melaporkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia terus menurun sejak pandemi Covid-19 pada 2020. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan bahwa pada September 2024, jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat sebanyak 24,06 juta orang, turun 1,16 juta orang dibandingkan Maret 2024.
“Pada September 2024, jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 24,06 juta orang atau turun sebanyak 1,16 juta orang dibandingkan dengan Maret 2024,” kata Amalia dalam konferensi pers, Rabu (15/1).
Persentase penduduk miskin terhadap total populasi Indonesia pada periode yang sama mencapai 8,57%, turun 0,46 poin persentase dibandingkan Maret 2024. Ini merupakan level terendah sejak tahun 1960.
Namun BPS mencatat adanya peningkatan ketimpangan pendapatan yang diukur melalui gini ratio. Pada September 2024, gini ratio Indonesia mencapai 0,381, meningkat dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 0,379.
Gini ratio adalah ukuran statistik yang menggambarkan ketimpangan distribusi pendapatan dalam suatu masyarakat. Nilainya berkisar dari 0 hingga 1, di mana 0 menunjukkan distribusi pendapatan yang sepenuhnya merata.
Sementara 1 mencerminkan ketimpangan maksimal, di mana seluruh pendapatan dikuasai oleh satu pihak. Peningkatan gini ratio menunjukkan ketimpangan yang semakin besar.