Neraca Pembayaran Indonesia Surplus US$ 7,9 Miliar, Ini Faktor Penopangnya

Rahayu Subekti
20 Februari 2025, 14:51
neraca pembayaran, bank indonesia
Agung Samosir|KATADATA
Bank Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja neraca pembayaran Indonesia atau NPI pada kuartal IV 2024 meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya. NPI pada periode tersebut tercatat surplus US$ 7,9 miliar, meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar US$ 5,9 miliar.

“Kenaikan surplus neraca pembayaran ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat serta defisit transaksi berjalan yang lebih rendah,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (20/2).

Transaksi berjalan mencatat penurunan defisit seiring dengan kenaikan harga komoditas di tengah aktivitas ekonomi domestik yang tetap terjaga. Pada kuartal IV 2024, transaksi berjalan defisit US$ 1,1 miliar atau 0,3% dari produk domestik bruto (PDB). Transaksi berjalan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan defisit US$ 2,0 miliar pada triwulan III 2024.

Menurut dia, perbaikan kinerja transaksi berjalan terutama bersumber dari peningkatan surplus neraca perdagangan barang. “Ini didukung oleh pertumbuhan ekspor nonmigas seiring dengan kenaikan harga beberapa komoditas utama ekspor Indonesia,” ucap Denny.

Di sisi lain, impor barang tetap tumbuh sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang meningkat pada periode hari besar keagamaan nasional (HBKN) Natal dan tahun baru. Aktivitas tersebut meningkatkan impor jasa freight sehingga turut mendorong peningkatan defisit neraca jasa.

Selain itu, defisit neraca pendapatan primer juga tercatat lebih tinggi. “Ini karena kenaikan pembayaran imbal hasil atas investasi langsung dan investasi portofolio sejalan dengan aktivitas ekonomi domestik yang terjaga,” kata Denny.

Sedangkan surplus transaksi modal dan finansial juga tercatat surplus dari US$ 7,5 miliar pada triwulan III 2024 menjadi US$ 8,5 miliar pada kuartal IV 2024. Doni mengungkapkan kinerja positif ini ditopang oleh investasi langsung yang tetap membukukan surplus seiring optimisme investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik yang tetap kondusif.

NPI 2025 Diperkirakan Tetap Sehat

Bank Indonesia memperkirakan NPI 2025 tetap sehat ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut. Selain itu, defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB.

“Surplus transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik,” ujar Denny.

Secara keseluruhan pada 2024, BI melaporkan perkembangan NPI menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang tetap kuat. Khususnya di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih berlanjut. 

“NPI keseluruhan 2024 mencatat surplus sebesar US$ 7,2 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatat surplus sebesar US$ 6,3 miliar,” kata Denny.  

Kenaikan surplus tersebut terutama didorong oleh kinerja transaksi modal dan finansial yang lebih baik. Transaksi modal dan finansial pada 2024 mencatat surplus sebesar US$ 16,4 miliar atau meningkat dibandingkan dengan surplus sebesar US$ 9,9 miliar pada 2023.

Denny mengatakan surplus transaksi modal dan finansial pada 2024 ditopang oleh aliran masuk modal asing pada investasi langsung dan investasi portofolio. Hal itu terjadi di tengah berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Ke depan, ia memastikan Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat mempengaruhi prospek NPI. Selain itu, bank sentral juga terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan sektor eksternal.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...