Investor Makin Waswas Tarif Trump, Rupiah Terancam Loyo ke 16.500 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah diramal kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (28/). Rupiah tertekan kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan kenaikan tarif impor AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, indeks dolar AS pada pagi ini sudah kembali naik ke atas level 107.
“Ini mengindikasikan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan kenaikan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kembali digaungkan pekan ini,” kata Ariston kepada Katadata.co.id, Jumat (28/2).
Ariston mengatakan, komponen harga dari data produk domestic bruto (PDB) AS yaitu data GDP Price Index AS kuartal IV 2024 menunjukkan kenaikan melebihi sebelumnya yakni 2,7% dari 1,9%. Ia menilai, data tersebut mengartikan adanya tekanan inflasi kembali.
“Ini bisa mengundang The Fed untuk menunda pemangkasan suku bunga acuannya dan mendorong penguatan dolar AS,” ujar Ariston.
Ariston memproyeksikan, rupiah makin pelemahan di level 16.480 per dolar AS hingga 16.500 per dolar AS. Namun, rupiah berpotensi support di sekitar 16.400 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg pagi ini pukul 09.03 WIB, rupiah dibuka melemah 0,54% ke level Rp 16.543 per dolar AS.
Senada, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong juga memperkirakan rupiah akan melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam. “Ini dikarenakan pernyataan Trump yang memastikan tarif Kanada dan Meksiko yang tetap akan efektif diterapkan pada 3 Maret 2025,” kata Lukman.
Lukman menambahkan, dolar AS juga menguat karena data penjualan barang tahan lama AS yang lebih kuat dari perkiraan. Lukman memproyeksikan rupiah akan berada pada level Rp 16.400 per dolar AS hingga Rp 16.550 per dolar AS.
Sementara itu, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C Permana mengharapkan rupiah hari ini tidak menyentuh 16.500 per dolar AS. “Tapi kemungkinan terdepresiasi ke median 16.450 per dolar AS,” ucap Fikri.
Dari sisi domestik, Fikri menyebut data aksi jual bersih atau net sell di pasar saham Indonesia akan mempengaruhi pelemahan rupiah hari ini. Investor melakukan aksi jual bersih mencapai Rp 1,88 triliun pada perdagangan saham kemarin.
