RI Deflasi Tahunan pada Februari 2025, Pertama dalam Seperempat Abad Terakhir

Rahayu Subekti
3 Maret 2025, 18:18
deflasi, BPS
ANTARA FOTO/Novrian Arbi/nz
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat, Indonesia mengalami deflasi secara tahunan sebesar 0,09% pada Februari 2025. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, deflasi secara tahunan ini adalah yang pertama dalam lebih dari dua dekade terakhir.

“Deflasi secara tahunan pernah terjadi pada Maret 2000 dimana pada saat itu deflasi sebesar 1,10% yang disumbang oleh kelompok bahan makanan,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/3).

Ia menjelaskan, penyebab utama deflasi pada Februari 2025 adalah harga barang yang diatur pemerintah. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi pada komponen tersebut yaitu tarif listrik dan bensin

“Ini terutama karena adanya diskon listrik yang 50% itu masih berlangsung sampai Februari 2025 sehingga komponen harga diatur pemerintah ini mengalami deflasi 9,02% dan komponen ini memberikan andil deflasi sebesar 1,77%,” ujar Amalia.

Amalia menyebut, sebagian komoditas harga barang yang bergejolak mengalami deflasi. Namun, juga ada sebagian komoditas yang masih mengalami inflasi secara tahunan pada Februari 2025 seperti cabai rawit, bawang putih, kangkung, dan bawang merah. 

“Komponen harga bergejolak itu kalau sudah digabungkan semuanya maka komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,56% dengan andil inflasi hanya sebesar 0,10%,” katanya.

Sementara dari komponen inti pada Februari 2025 secara tahunan masih meningkat dari bulan sebelumnya. Amalia mengatakan, komponen inti masih mengalami inflasi tahunan hingga 2,48%.

Biasanya, Amalia menyebut daya beli dikaitkan dengan komponen inti. Namun komponen inti pada periode tersebut masih memberikan andil inflasi terbesar hingga 1,58%. 

 

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...