Airlangga: Pelemahan Rupiah Masih dalam Batas Wajar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menganggap tren pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini cenderung masih dalam batas wajar. Ia menekankan bahwa fundamental ekonomi domestik tetap terjaga.
“Pelemahan rupiah ini kan harian. Fundamental ekonomi tetap kuat dan situasi pasar juga sudah rebound,” kata Airlangga di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (26/3).
Airlangga menjelaskan, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) sejumlah lembaga keuangan milik negara seperti Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut berkontribusi terhadap pemulihan sentimen pasar. “Kemarin ekspetasi mengenai RUPS Mandiri dan RUPS BRI kan baik outcome-nya,” ujar Airlangga.
Ketua Umum Partai Golkar 2017-2024 itu meyakini kondisi ekonomi nasional masih berada di jalur stabil di tengah situasi pelemahan rupiah jangka pendek. Airlangga menyebut faktor pelemahan rupiah lebih banyak dipicu oleh dinamika pasar global. “Kami sudah melihat tentu masih ada beberapa faktor sentimental dari luar,” ujarnya.
Nilai tukar rupiah sempat melemah ke level 16.653 per dolar AS pada perdagangan Selasa (25/3). Sejumlah analis melihat tekanan pada rupiah tak hanya disebabkan sentimen global, tetapi juga kondisi ekonomi di dalam negeri yang tercermin di pasar saham.
Kepala Ekonomi Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian menilai rupiah saat ini berada dalam kondisi overshooting atau depresiasi terlalu cepat. Menurut dia, rupiah saat ini melemah terlalu cepat, jauh lebih cepat dibandingkan perubahan fundamental ekonomi.
Menurut Fakhrul situasi tersebut cenderung lumrah, terutama bagi Indonesia yang akan mengalami pelebaran defisit neraca berjalan di tengah pelemahan prospek ekspor global.
"Perhitungan tim kami melihat potensi overshooting mata uang ini akan sampai di 16.800 per dolar AS, tapi tidak akan membawa goncangan yang signifikan untuk perekonomian domestik," ujar Fakhrul dalam keterangan yang disampaikan Selasa (25/3).
Adapun pada perdagangan hari ini, rupiah ditutup menguat 0,14% ke level 16.587 per dolar AS.
