Jelang Liberation Day ala Trump: Apa Dampaknya ke Ekonomi Dunia?

Sorta Tobing
31 Maret 2025, 19:30
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, liberation day, tarif
REUTERS/Carlo Allegri
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Di periode kedua pemerintahannya, Presiden Donald Trump berjanji mengubah ekonomi Amerika Serikat. Intinya, ia akan menghidupkan kembali industri domestik dan membiarkan seluruh dunia menanggung dampaknya.

Pada 2 April 2025, melansir dari CNN, Senin (31/3), Trump menjanjikan Liberation Day alias Hari Pembebasan. Ia akan menaikkan tarif pada negara-negara yang mengenakan bea atas barang-barang dari AS.

Kebijakan perang dagang Trump telah membuat rugi triliunan dolar AS di pasar saham. Indeks Dow Jones anjlok 700 poin pada Jumat lalu. Kondisi ini memperburuk kekhawatiran akan resesi karena kepercayaan konsumen menurun. 

Menjelang tenggat Rabu, Presiden semakin merusak kepercayaan pasar dan konsumen dengan menyatakan beberapa negara atau industri mungkin mendapat pengecualian dari tarif baru. Kepemimpinannya dinilai tidak menentu, berisiko menimbulkan kerusakan ekonomi yang besar. 

Sisi negatif lainnya, lonjakan tarif akan menaikkan harga bagi konsumen AS yang kini dihadapi dengan biaya hidup yang tinggi. Sampai sekarang pun tidak ada jaminan perusahaan-perusahaan asing akan memproduksi barangnya di AS.

“Saya tidak peduli jika mereka menaikkan harga karena orang-orang akan mulai membeli mobil buatan AS,” kata Trump dalam sebuah wawancara telepon dengan NBC News beberapa waktu lalu. “Saya tidak peduli, karena jika harga mobil asing naik, mereka akan membeli mobil Amerika.”

Trump mengabaikan kompleksitas tarif otomotif 25% yang akan berlaku pada minggu ini. Proses manufakturnya terintegrasi dengan pabrik dari Meksiko dan Kanada. Ini berarti sebagian besar mobil yang dibuat di AS akan menjadi lebih mahal. 

Biaya produksi yang lebih tinggi dan investasi untuk menempatkan manufaktur di dalam negeri hanya akan membebankan konsumen. Dalam beberapa tahun ke depan, harga mobil diperkirakan akan ribuan dolar AS lebih tinggi dari sekarang, yang berisiko menyebabkan pemutusan hubungan kerja di industri otomotif. 

Strategi Menaikkan Tarif ala Trump

Sepuluh minggu setelah berkuasa, Trump menaikkan produk dari negara yang mengenakan tarif pada ekspor AS. Barang-barang dari Kanada dan Meksiko terkena bea masuk yang besar. Ia juga memperkenalkan tarif yang tinggi pada mobil impor, chip komputer, obat-obatan, hingga minyak dari Venezuela.

Para pemimpin bisnis dan ekonom khawatir dengan skala strategi perdagangan itu. Menurut Tax Foundation, aksi Trump dapat menurunkan produk domestik bruto (PDB) AS sekitar 0,7% dan menghilangkan sekitar 500 ribu lapangan kerja di negara itu. 

“Peningkatan tarif merupakan pukulan telak bagi sistem perdagangan global,” kata Eswar Prasad, profesor kebijakan perdagangan dari Universitas Cornell, mengutip dari The Guardian. 

Pada saat pelantikan, presiden AS ke-47 itu mengatakan lebih memilih mengenakan tarif dan pajak kepada negara asing daripada mengenakan pajak kepada warga negaranya. “Saya akan segera memulai perombakan sistem perdagangan kita untuk melindungi pekerja dan keluarga AS,” ucapnya. 

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengakui kemungkinan ada penyesuaian harga akibat dari tarif Trump. “Akses ke barang murah bukanlah inti dari impian Amerika,” katanya. 

Trump meyakini pengenaan tarif tinggi pada produk asing akan mendorong perusahaan internasional untuk membuat produk di AS. Sejauh ini, sejak kembali menjabat, ia telah menaikkan tarif ekspor Tiongkok ke negaranya dan menaikkan tarif baja dan aluminium asing menjadi 25%. 

Catatan Tax Foundation menunjukkan tarif rata-rata AS telah melonjak 2,5% menjadi 8,4% pada 2025. Ini adalah level tertinggi sejak 1946. 

Tarif mobil impor diperkirakan akan menjadi badai dahsyat bagi produsen mobil asing. Angka tarifnya mencapai 25%. Tindakan ini diperkirakan akan memicu pembalasan, dengan eksportir AS sebagai sasaran. 

Trump mengatakan menaikkan tarif dan memicu lonjakan biaya tiba-tiba di AS dan seluruh dunia hanya akan menyebabkan “sedikit gangguan”. Apabila Rabu nanti terbukti ada keputusan drastis yang ia gembar-gemborkan, pelaku bisnis dan konsumen akan terkena dampak paling besar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...