Usai Pangkas BI-Rate, Bos BI Minta Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit

Rahayu Subekti
21 Mei 2025, 16:41
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, bi, bi rate, suku bunga acuan
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meminta perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit. Hal ini ia katakan usai memangkas suku bunga acuan alias BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.

“Kami mengharapkan perbankan menurunkan suku bunga, baik depositonya dan terutama kredit, dan meningkatkan penyaluran kredit,” kata Perry dalam konferensi pers BI secara daring, Rabu (21/5).

Langkah itu, menurut dia, dibutuhkan agar perbankan bisa bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi. Terlebih saat ini pasar uang sudah terpantau lebih baik. Begitu juga dengan aliran modal dari luar negeri yang mulai masuk.

“Ini menambah likuiditas juga. Karena itu BI terus lakukan upaya-upaya moneter dan makroprudensial, tetap menjaga stabilitas, dan bersama-sama kita mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Penyaluran Kredit April 2025 Terkontraksi

Perry mengatakan peran kredit perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi perlu terus ditingkatkan. BI mencatat penyaluran kredit pada April 2025 mencapai 8,88% secara tahunan namun angka ini lebih rendah dari bulan sebelumnya yakni 9,16%.

Dari sisi penawaran, minat penyaluran kredit oleh bank masih baik. “Ini terutama pada sektor pertanian, listrik, gas, dan air serta jasa sosial,” kata Perry,

Likuiditas perbankan secara umum masih memadai. Namun pertumbuhan dana pihak ketiga alias DPK cenderung melambat dari 5,51% pada Januari 2025 menjadi 4,55% pada April 2025.

“Kondisi ini mendorong persaingan dalam pendanaan antarbank dan perlunya memperluas sumber pendanaan lainnya di luar DPK,” ujar Perry.

Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit terutama berasal dari sektor industri, pengangkutan, dan jasa sosial. Sedangkan kontribusi pertumbuhan kredit sektor konstruksi dan perdagangan serta sektor-sektor lainnya masih terbatas.

Dengan perkembangan kredit sampai dengan April 2025 tersebut, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan pada 2025 akan berada pada kisaran 8–11%.

Karena itu, bank sentral menilai perlu berbagai upaya untuk meningkatkan penyaluran kredit, baik dengan penurunan suku bunga dan perluasan sumber dana perbankan. Langkah lainnya adalah peningkatan permintaan dari sisi sektor riil sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...