Rupiah Rawan Melemah, Pasar Cemas AS Campur Tangan di Konflik Iran-Israel

Rahayu Subekti
20 Juni 2025, 10:11
rupiah
ANTARA FOTO/Maulana Surya.
Petugas melayani warga yang menukarkan uang pecahan rupiah pada Semarak Rupiah Ramadan dan Idulfitri (Serambi) 2025 yang digelar oleh Bank Indonesia di kawasan Masjid Sheikh Zayed Solo, Jawa Tengah, Selasa (11/3/2025). Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) pecahan baru sebesar Rp4,69 Triliun guna memenuhi penukaran uang baru pada momentum Ramadan dan Idulfitri 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sejumlah analis memproyeksikan rupiah masih akan melanjutkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump disebut akan mengambil keputusan dalam dua pekan ke depan terkait dukungan militer ke Israel yang tengah berperang dengan Iran.

“Ada potensi rupiah terus melemah karena kekhawatiran AS akan membantu Israel menyerang Iran. Ini bisa memicu peningkatan tensi di Timur Tengah dan mengundang keterlibatan sekutu Iran,” ujar pengamat pasar uang Ariston Tjendra kepada Katadata.co.id, Jumat (20/6).

Ariston memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 16.300–Rp 16.400 per dolar AS pada hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah di level Rp 16.406 per dolar AS, turun 93,5 poin atau 0,57% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pandangan serupa disampaikan pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi. Ia menyebut rupiah masih berpotensi melemah di rentang Rp 16.400–Rp 16.460 per dolar AS.

Menurut Ibrahim, sentimen pasar dipengaruhi oleh laporan yang menyebut AS sedang mempersiapkan serangan terhadap Iran. “Meski rencana belum final, beberapa pejabat AS menyebut akhir pekan ini sebagai waktu potensial untuk bertindak,” ujarnya.

Namun Analis Doo Financial Futures Lukman Leong melihat peluang penguatan rupiah masih terbuka. Ia memproyeksikan rupiah bisa menguat ke level Rp 16.300 per dolar AS, didorong oleh harapan tercapainya kesepakatan damai.

“Trump menunda serangan ke Iran selama dua pekan. Ini memberi waktu bagi proses diplomasi dan membuka peluang perdamaian,” kata Lukman.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...