DPR Usul Indonesia Tawarkan Investasi Manufaktur di AS untuk Redam Tarif Trump

Rahayu Subekti
10 Juli 2025, 16:38
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR periode 2019-2024 dari Fraksi PDI Perjuangan Said Abdullah memegang palu pimpinan usai rapat penetapan Ketua Banggar di ruang Banggar, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR periode 2019-2024 dari Fraksi PDI Perjuangan Said Abdullah memegang palu pimpinan usai rapat penetapan Ketua Banggar di ruang Banggar, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menanggapi kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengenakan tarif impor sebesar 32% untuk produk asal Indonesia. Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, menyarankan agar pemerintah Indonesia menawarkan investasi langsung di sektor manufaktur di AS sebagai solusi negosiasi tarif Trump.

Menurut Said, masih ada peluang bagi Indonesia untuk lolos dari tarif tinggi, seperti yang disebutkan dalam surat resmi dari Presiden Trump kepada Presiden Prabowo Subianto. Salah satu syaratnya adalah Indonesia mau membangun pabrik di AS.

“Tentu saja pemerintah harus membawa bekal yang lebih menjanjikan dalam proses negosiasi tersebut, seperti poin yang ditekankan yakni memungkinkan adanya perusahaan Indonesia melakukan aktivitas manufaktur di AS,” kata Said dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/7).

Selain membuka pabrik, upaya lain yang bisa ditempuh adalah mengurangi defisit perdagangan dengan AS yang saat ini mencapai US$ 19 miliar.

Trump Siap Hapus Tarif Jika RI Penuhi Syarat

Trump memberikan peluang agar Indonesia bisa lepas dari beban tarif tinggi. Syaratnya, perusahaan-perusahaan Indonesia harus berinvestasi langsung di AS.

“Tidak akan ada tarif jika Indonesia atau perusahaan di Indonesia memutuskan untuk membangun atau memproduksi produk di Amerika Serikat,” kata Trump dalam surat yang ia tandatangani pada 7 Juli 2025.

Ia juga menjanjikan proses perizinan yang cepat, hanya dalam hitungan minggu, jika Indonesia bersedia berinvestasi di sana.

Namun, Trump memperingatkan bahwa jika Indonesia membalas kebijakan tarif itu dengan tindakan serupa, AS akan menaikkan tarif tambahan hingga 32% lagi di atas tarif yang sudah berlaku.

Menurut Trump, kebijakan ini dibuat untuk mengoreksi hambatan perdagangan dari pihak Indonesia yang dinilai merugikan AS selama bertahun-tahun. “Defisit ini adalah ancaman besar bagi ekonomi dan keamanan nasional kami!” tegasnya.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...