Indonesia Tunggu Restu Trump untuk Umumkan Detail Kesepakatan Tarif Dagang RI-AS

Muhamad Fajar Riyandanu
23 Juli 2025, 06:25
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersiap mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/7/2025). Rapat terbatas tersebut membahas Kawasan Ekonomi Khusus.
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersiap mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/7/2025). Rapat terbatas tersebut membahas Kawasan Ekonomi Khusus.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih menunggu restu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk merilis pernyataan bersama atau joint statement terkait kesepakatan perdagangan teranyar yang mengatur soal tarif resiprokal 19% antara Indonesia dan AS.

Kesepakatan soal penurunan tarif pajak impor Amerika Serikat terhadap produk asal Indonesia dari 32% menjadi 19% dan ketentuan pembebasan tarif impor barang asal AS ke dalam negeri memang sudah tercapai secara prinsip. Namun hingga saat ini hasil keputusan tersebut belum diumumkan resmi ke publik karena menunggu pengumuman dari pihak AS. “Tunggu White House,” kata Airlangga di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (22/7), malam.

Di sisi lain, Airlangga melihat peluang peningkatan ekspor komoditas sepatu, furnitur, barang elektorik, apparel, dan barang tekstil dan produk tekstil (TPT) dari penetapkan tarif pajak impor terhadap produk asal Indonesia senilai 19% tersebut.

Airlangga menilai barang-barang tersebut masih dapat masuk ke pasar AS dengan harga yang kompetitif meski ada tarif impor 19%. “Itu masih bisa masuk dengan harga sekian,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya telah mengukur dampak turunnya tarif antara perdagangan Amerika Serikat dengan Indonesia. Prabowo menjanjikan pekerja Indonesia tetap terlindungi meski ada relaksasi hambatan dagang.

Pernyataan Prabowo disampaikan usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat menurunkan tarif impor dari 32% menjadi 19%. Trump mengatakan, sebagai gantinya, Indonesia akan membebaskan tarif impor barang asal AS.

“Semua sudah kita hitung. Yang penting bagi saya adalah rakyat. Saya harus melindungi pekerja-pekerja kita,” kata Prabowo di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Rabu (16/7).

Ia beranggapan meski keran impor barang AS lebih fleksibel, pemerintah akan memastikan sektor-sektor dalam negeri dan tenaga kerja tidak dirugikan. Prabowo optimistis situasi ekonomi Indonesia dalam kondisi tetap kuat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...