Trump Setujui Tarif 15% untuk Korea Selatan, Janjikan Investasi Raksasa ke AS

Ferrika Lukmana Sari
31 Juli 2025, 15:24
Trump
ANTARA FOTO/REUTERS/Octavio Jones/AWW/dj
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (30/7) mengumumkan kesepakatan dagang baru dengan Korea Selatan. Dalam kesepakatan tersebut, tarif impor untuk produk Korea Selatan ditetapkan sebesar 15%, turun dari ancaman sebelumnya sebesar 25%.

Kebijakan ini diumumkan tak lama setelah Trump bertemu dengan pejabat Korea di Gedung Putih, sebagai bagian dari serangkaian pengumuman kebijakan dagang menjelang tenggat 1 Agustus 2025.

“Saya senang mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menyepakati perjanjian perdagangan penuh dan lengkap dengan Republik Korea,” tulis Trump di Truth Social, dikutip dari Reuters, Kamis (31/5).

Kesepakatan ini menjadi ujian awal bagi Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, yang baru menjabat pada Juni lalu usai pemilu cepat. Ia menyambut baik hasil perundingan dan menyatakan bahwa tarif AS kini setara atau lebih rendah dibanding negara pesaing.

“Kita telah melewati rintangan besar,” tulis Lee di Facebook. Trump juga mengatakan bahwa Lee akan mengunjungi Gedung Putih dalam dua minggu ke depan untuk pertemuan bilateral.

Korsel Bakal Investasi US$ 350 Miliar

Sebagai bagian dari kesepakatan, Trump menyatakan Korea Selatan akan menginvestasikan US$350 miliar di Amerika Serikat untuk berbagai proyek yang dipilih langsung oleh pemerintah AS, serta membeli produk energi AS senilai US$100 miliar. Produk yang dibeli mencakup LNG, LPG, minyak mentah, dan sebagian kecil batu bara.

“Ini sesuai dengan volume impor energi kami selama ini,” ujar Kim Yong-beom, Kepala Kebijakan Kantor Kepresidenan Korea Selatan, seraya menambahkan bahwa pembelian itu bisa menyebabkan sedikit pergeseran dari sumber impor Timur Tengah ke Amerika.

Selain itu, Korea Selatan juga sepakat menerima lebih banyak produk Amerika, termasuk mobil dan hasil pertanian, tanpa tarif impor. Namun, pejabat Korea menegaskan pasar beras dan daging sapi tidak akan dibuka lebih jauh, dan pembahasan soal regulasi pangan masih berlangsung.

Rincian penggunaan dana investasi US$350 miliar masih belum sepenuhnya jelas. Dari total tersebut, US$150 miliar akan difokuskan untuk kemitraan pembangunan kapal, sementara US$200 miliar dialokasikan untuk sektor semikonduktor, nuklir, baterai, dan bioteknologi.

Kim menyebut sebagian investasi berasal dari rencana yang sudah ada sebelumnya oleh perusahaan Korea Selatan. “Ambiguitas itu justru baik,” ujarnya, sambil menekankan bahwa mereka telah menyiapkan pengawasan terhadap penggunaan dana.

Keuntungan Dana Kembali ke Rakyat AS

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dalam unggahan di X menyebut 90% dari keuntungan dana US$350 miliar itu akan kembali ke rakyat Amerika. Namun Kim menanggapi bahwa Korea Selatan memahami pernyataan itu sebagai bentuk reinvestasi kembali ke proyek-proyek terkait.

Tarif 15% akan dikenakan pada mobil Korea Selatan, namun ekspor semikonduktor dan produk farmasi tidak akan diperlakukan lebih ketat dibandingkan negara lain. Produk baja, aluminium, dan tembaga tidak termasuk dalam kesepakatan.

Kesepakatan ini berlangsung di tengah kondisi politik dalam negeri Korea Selatan yang panas, setelah Presiden sebelumnya Yoon Suk Yeol dimakzulkan pada April karena mencoba menerapkan darurat militer.

AS juga kerap menekan Korea terkait surplus dagang dan biaya kehadiran militer AS di Semenanjung Korea. Tahun lalu, surplus dagang Korea Selatan terhadap AS mencapai rekor US$55,7 miliar, naik 25,4% dari tahun sebelumnya.

Tekanan terhadap Korea juga meningkat setelah Jepang lebih dulu mendapatkan kesepakatan serupa untuk pemotongan tarif menjadi 15% di awal bulan. Menjelang kesepakatan dengan Trump, perusahaan Korea seperti Samsung dan LG Energy Solution juga mengumumkan kontrak besar dengan Tesla.

Samsung meneken kontrak chip senilai US$16,5 miliar, sementara LG Energy memasok baterai penyimpanan energi senilai US$4,3 miliar.

Cheong In-kyo, mantan Menteri Perdagangan Korea Selatan menyatakan bahwa kesepakatan ini lebih baik daripada skenario terburuk, namun hasil akhirnya bergantung pada implementasi investasi.

“Tergantung bagaimana dan di mana US$350 miliar itu digunakan, dampaknya bisa sangat berbeda,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ferrika Lukmana Sari

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...