Sri Mulyani Siap Tambah Dana Abadi Pendidikan Jadi Rp 175 Triliun di 2026
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa dana abadi pendidikan akan ditambah pada 2026. Saat ini, nilainya telah mencapai Rp 154,1 triliun.
“Kalau tahun ini ditambah dengan another Rp 20 triliun akan menjadi Rp 175 triliun tahun depan,” kata Sri Mulyani saat menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (7/8/2025).
Sri Mulyani menjelaskan dana abadi pendidikan saat ini dibagi ke dalam beberapa pos sebagai berikut:
- Dana abadi pendidikan Rp 126,12 triliun
- Dana abadi untuk penelitian Rp 12,99 triliun
- Dana abadi perguruan tinggi Rp 10 triliun
- Dana abadi kebudayaan Rp 5 triliun
Bendahara Negara itu memastikan seluruh dana abadi tersebut telah memberi manfaat bagi 670 ribu anak Indonesia, termasuk mendukung 3.363 mahasiswa yang berhasil melanjutkan studi ke universitas ternama seperti Harvard, Berkeley, dan Oxford.
Motivasi Dana Abadi Pendidikan
Dalam kesempatan itu, perempuan yang kerap disapa Ani itu juga membagikan cerita mengenai latar belakang pembentukan dana abadi pendidikan yang dimulainya pada 2009.
“Saya termasuk yang memulai melahirkan dana pendidikan abadi ini tahun 2009 dengan Rp 1 triliun,” kata Sri Mulyani.
Ia mengungkapkan saat itu ia memiliki dua motivasi dalam membentuk dana abadi pendidikan. Pertama yaitu untuk memastikan 20% alokasi dana di dalam anggaran pendidikan dan belanja negara atau APBN tidak sia-sia.
“Jadi kalau tidak terbelanjakan dia harus menjadi dana abadi karena waktu kita semuanya belanjakan, banyak juga sekolah-sekolah yang tidak mampu untuk menggunakan sehingga dia pakai beli kursi padahal kursinya masih bagus atau mengecat sekolah,” ujar Sri Mulyani.
Lalu motivasi keduanya yaitu saat ia menjadi Menteri Keuangan era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sempat merasa minder. Sebab, banyak orang Indonesia yang tidak mampu sekolah di universitas ternama di Tingkat internasional.
“Sesama menteri keuangan waktu itu saya di lingkungan ASEAN, Malaysia, dan Singapura, mereka selalu bilang punya staf belajar di Harvard, Columbia, Stanford, London School of Economics. Saya bilang anak buah saya tidak ada yang lulusan di situ dan kita merasa suddenly we realize, kita harus catching up,” ujar Sri Mulyani.
Untuk itu, ia membentuk dana abadi pendidikan agar sebagian alokasi dana dari APBN bisa dimanfaatkan oleh Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) kepada Badan Layanan Umum (BLU) atau Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk dikelola.
