Rupiah Diramal Melemah Jelang Sidang Tahunan MPR dan DPR
Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS pada hari ini (15/8), atau menjelang Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD – DPR. Dalam acara ini, Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2026.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana menilai investor tidak akan terlalu berdampak terkait pidato Nota Keuangan Presiden Prabowo Subianto hari ini/ “Pidato Nota Keuangan akan berpengaruh, tapi kemungkinan kecil, karena asumsi-asumsi makro utama sudah diketahui,” kata Fikri kepada Katadata.co.id, Jumat (15/8).
Menurut dia, pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh data Producer Price Index (PPI) AS yang meningkat tajam dan data klaim pengangguran AS mingguan yang turun.
“Kedua data itu sedikit menurunkan kemungkinan penurunan Fed Funds Rate yang lebih agresif di tahun ini dan tahun depan,” ujar Fikri dalam keterangan, Jumat (15/8).
Isu perdagangan global juga masih akan memengaruhi pergerakan rupiah. Fikri mengatakan hasil perundingan Trump dan Putin diharapkan membuka ruang perdamaian di Eropa Timur.
Fikri memproyeksikan rupiah melemah ke kisaran Rp 16.130 hingga Rp 16.330 per dolar AS pada hari ini (15/8). Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka melemah pada level Rp 16.157 per dolar AS atau turun 42 poin atau 0,26% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong juga memproyeksikan rupiah melemah terhadap dolar AS. “Hal ini menyusul data yang menunjukkan inflasi di tingkat produsen AS yang naik lebih tinggi dari proyeksi, serta data klaim pengangguran AS yang lebih rendah,” kata Lukman.
Lukman memproyeksikan rupiah berada di level Rp 16.100 hingga Rp 16.200 per dolar AS.
