Di Luar Prediksi, BI Pangkas Suku Bunga Jadi 5% pada Agustus 2025

Rahayu Subekti
20 Agustus 2025, 14:52
suku bunga
ANTARA FOTO/Fauzan/nz
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo penyampaian hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (28/7/2025). Berdasarkan hasil rapat tersebut, KSSK menyatakan bahwa stabilitas sistem keuangan pada triwulan II tahun 2025 tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia (BI) memutuskan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 19-20 Agustus 2025. Suku bunga deposit facility juga turun menjadi 4,25% dan lending facility menjadi 5,75%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan ini diambil karena inflasi tetap rendah sekaligus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi ke depan.

“Penurunan suku bunga BI rate ini konsisten dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5% plus minus 1%, terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai kapasitas perekonomian,” ujar Perry dalam konferensi pers, Rabu (20/8).

Perry menambahkan, BI akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah.

Di Luar Perkiraan Ekonom

Keputusan ini berbeda dengan perkiraan sejumlah ekonom. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) sebelumnya memperkirakan BI akan menahan suku bunga.

“Dengan mulai berlakunya tarif dagang Presiden Amerika Serikat Donald Trump, risiko tekanan inflasi di beberapa bulan mendatang menjadi cukup nyata,” kata Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky.

Menurut Riefky, pemangkasan suku bunga pada Juli 2025 menandai pemotongan ketiga dalam tahun ini. Pemangkasan lebih lanjut berisiko meningkatkan inflasi dalam waktu dekat, sehingga menurutnya BI sebaiknya menahan suku bunga pada Agustus 2025.

“Hal ini dilakukan sembari menjaga kewaspadaan terhadap kebutuhan intervensi dalam usaha stabilisasi nilai tukar rupiah, khususnya di tengah potensi tekanan eksternal yang terus meningkat,” katanya.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal juga memproyeksikan BI kemungkinan menahan suku bunga. “Kemarin sudah turun tingkat suku bunganya, ada kemungkinan sekarang tetap, melihat dari kondisi ekonomi saat ini,” ujar Faisal.

Meski pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 tercatat 5,12% secara tahunan, Faisal menilai kondisi sektor riil masih banyak tertatih. Secara normatif, BI bisa memangkas suku bunga lagi untuk mendorong sektor riil, tetapi tetap memperhitungkan stabilitas nilai tukar rupiah.

“Jadi sebetulnya ada peluang tetap, walaupun bisa juga turun 25 basis poin,” kata Faisal.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...