Rupiah Berpotensi Menguat, Dolar AS Tertekan Intervensi Trump ke The Fed
Nilai tukar rupiah diproyeksikan menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, mengatakan hal ini terjadi karena dolar AS tertekan oleh intervensi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap The Fed.
“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang berbalik tertekan oleh kekhawatiran seputar intervensi Trump kepada The Fed,” ujar Lukman kepada Katadata.co.id, Kamis (28/8).
Tekanan terhadap dolar AS juga didorong oleh pernyataan pengacara Gubernur The Fed, Lisa Cook, yang berencana menuntut Trump. Selain itu, sikap dovish pejabat The Fed New York, John Williams, terkait pemangkasan suku bunga turut menekan dolar.
Lukman memproyeksikan rupiah akan berada di level Rp 16.300–Rp 16.400 per dolar AS. Meski diproyeksikan menguat, rupiah pagi ini dibuka melemah di Rp 16.372 per dolar AS, naik 4,0 poin atau 0,02% dari penutupan sebelumnya.
Di sisi lain, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah masih berpotensi melemah. “Mata uang rupiah fluktuatif, namun akan ditutup melemah di rentang Rp 16.360–Rp 16.420 per dolar AS,” katanya.
Ibrahim menambahkan, upaya Trump memecat Cook memicu kekhawatiran pasar terhadap campur tangan politik di The Fed. “The Fed tetap hati-hati dalam pelonggaran lebih lanjut, karena khawatir terhadap dampak inflasi dari tarif Trump,” katanya.
