Rupiah Berpotensi Menguat, Dolar AS Tertekan Intervensi Trump ke The Fed

Rahayu Subekti
28 Agustus 2025, 09:52
rupiah
ANTARA FOTO/Maulana Surya/foc.
Warga menunjukkan uang pecahan rupiah saat penukaran uang pada Semarak Rupiah Ramadan dan Idulfitri (Serambi) 2025 yang digelar oleh Bank Indonesia di kawasan Masjid Sheikh Zayed Solo, Jawa Tengah, Selasa (11/3/2025). Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) pecahan baru sebesar Rp4,69 triliun guna memenuhi penukaran uang baru pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah diproyeksikan menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, mengatakan hal ini terjadi karena dolar AS tertekan oleh intervensi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap The Fed.

“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang berbalik tertekan oleh kekhawatiran seputar intervensi Trump kepada The Fed,” ujar Lukman kepada Katadata.co.id, Kamis (28/8).

Tekanan terhadap dolar AS juga didorong oleh pernyataan pengacara Gubernur The Fed, Lisa Cook, yang berencana menuntut Trump. Selain itu, sikap dovish pejabat The Fed New York, John Williams, terkait pemangkasan suku bunga turut menekan dolar.

Lukman memproyeksikan rupiah akan berada di level Rp 16.300–Rp 16.400 per dolar AS. Meski diproyeksikan menguat, rupiah pagi ini dibuka melemah di Rp 16.372 per dolar AS, naik 4,0 poin atau 0,02% dari penutupan sebelumnya.

Di sisi lain, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah masih berpotensi melemah. “Mata uang rupiah fluktuatif, namun akan ditutup melemah di rentang Rp 16.360–Rp 16.420 per dolar AS,” katanya.

Ibrahim menambahkan, upaya Trump memecat Cook memicu kekhawatiran pasar terhadap campur tangan politik di The Fed. “The Fed tetap hati-hati dalam pelonggaran lebih lanjut, karena khawatir terhadap dampak inflasi dari tarif Trump,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...