Rupiah Merosot hingga 16.509 per Dolar AS Imbas Aksi Demonstrasi
Rupiah tertekan imbas aksi demonstrasi semalam yang berakibat meninggalnya pengemudi ojek daring sehingga membuat kondisi makin memanas pada hari ini. Sejumlah massa pada pagi ini sempat menyambangi Mako Brimob Kwitang akibat peristiwa semalam.
Nilai tukar rupiah sejak pagi ini dibuka melemah di level Rp 16.370 per dolar AS dan terus tertekan pada pukul 10.37 WIB sudah berada di level Rp 16.509 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah ini juga dipicu kondisi demonstrasi yang memanas di RI. “Bahwa kejadian tadi malam berdampak signifikan terhadap pasar dalam negeri,” kata Ibrahim, Jumat (29/8).
Menurutnya, dampaknya cukup luar biasa terhadap pasar finansial seperti rupiah. Dampak negatif juga terjadi terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).
“Hari ini juga IHSG sudah turun 2% pelemahannya. Rupiah juga sudah melemah di atas 80 poin,” kata Ibrahim.
Ibrahim mengatakan tensi politik yang memanas di RI sangat mempengaruhi pasar keuangan. Hal ini juga diperparah dengan isu tunjangan dan pajak anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di tengah sulitnya kondisi ekonomi saat ini.
“Carut-marut ini yang membuat pasar sedikit apatis terhadap perpolitikan di Indonesia. Ini yang membuat rupiah kembali mengalami pelemahan cukup tajam,” ujar Ibrahim.
Proyeksi pelemahan rupiah juga diungkapkan Analis Doo Financial Futures Lukman Leong. Padahal Lukman melihat rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang saat ini masih tertekan karena meningkatnya harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Namun kini penguatan tersebut tidak terjadi. Hal ini karena meluasnya aksi demonstrasi di Indonesia. “Penguatan rupiah mungkin terbatas oleh perkembangan demonstrasi di Indonesia yang memanas,” kata Lukman.
