Purbaya Yudhi Gantikan Sri Mulyani, Ekonom Soroti Dampak ke Ekonomi dan APBN

Rahayu Subekti
8 September 2025, 17:46
purbaya
Katadata/Fauza Syahputra
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada Simposium Nasional Sumitronomics dan Arah Ekonomi Indonesia di Jakarta, Selasa (3/6/2026). Acara tersebut membahas tentang konsep Sumitronomics dalam konteks kekinian terutama dalam mendukung kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Posisi tersebut kini diisi oleh Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sejumlah ekonom menilai penggantian ini berpotensi membawa dampak positif bagi ekonomi, dengan catatan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

“Bagi ekonomi, jika Menteri Keuangan yang baru bisa menunjukkan pemahaman yang solid dan rencana yang matang dalam beberapa hari ini, pasar akan rebound,” kata Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, kepada Katadata.co.id, Senin (8/9).

Namun, Wijayanto menekankan bahwa Purbaya akan menghadapi tantangan untuk menjaga agar APBN tetap optimal, khususnya dalam mendukung pertumbuhan dan pemerataan. “Selain itu, Menteri Keuangan yang baru juga harus memastikan Indonesia terhindar dari krisis fiskal di tahun-tahun mendatang,” katanya. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai penunjukan Purbaya akan berpengaruh besar terhadap kabinet Prabowo, perekonomian, serta iklim usaha dan investasi.

“Selanjutnya tinggal bagaimana Presiden dan kabinet baru, khususnya tim ekonomi, membuktikan kepada masyarakat, pelaku usaha, dan investor bahwa reshuffle ini membawa dampak positif dan meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah,” kata Faisal.

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon LP Napitupulu, menyoroti bahwa penggantian Menteri Keuangan dipastikan akan memengaruhi kebijakan fiskal. “Kebijakan fiskalnya pasti terdampak, namun kita lihat dulu. Belum berani berspekulasi,” ujarnya di Jakarta.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...