Rapat Perdana di DPR, Menkeu Purbaya Janji Tinggalkan Gaya Komunikasi Koboi

Rahayu Subekti
10 September 2025, 13:24
DPR
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kanan) berjabat tangan dengan sejumlah pegawai saat tiba di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025). Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaksanakan rapat kerja perdana bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari ini. Rapat digelar untuk menyampaikan paparan rencana kerja serta pagu anggaran Kementerian Keuangan pada 2026.

Dalam kesempatan itu, Purbaya sempat melontarkan candaan yang membuat suasana rapat menjadi cair. Ia menyinggung soal gaya koboi saat berbicara yang sebelumnya ramai diperbincangkan setelah menjadi menteri.

Sebelum memulai rapat, ia membandingkan perannya sekarang dengan posisinya terdahulu sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Ini kunjungan pertama saya sebagai menteri keuangan. Kalau dulu sebagai Ketua LPS, saya ngomongnya agak kayak koboi. Tapi sekarang nggak boleh lagi,” kata Purbaya sambil tertawa dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (10/9).

Ia berjanji ke depan akan berbicara sesuai materi yang telah disiapkan stafnya. Ia menegaskan sesi bebas untuk bercanda tidak akan ada lagi.

“Sekarang nggak boleh saya (seperti koboi). Saya baru merasakan dampaknya, rupanya beda,” ujarnya.

Ucapan tersebut langsung ditanggapi salah oleh Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng. “Pak Menteri boleh koboi, tapi ada isinya, Pak,” kata Markus yang disambut tawa di ruang rapat.

Purbaya pun merespons singkat sambil tersenyum dan mengangguk. “Siap, Pak,” katanya singkat.

Meski diselingi canda, Purbaya menegaskan dirinya akan tetap fokus menyampaikan paparan resmi sesuai agenda rapat. Khususnya terkait perencanaan anggaran Kemenkeu pada tahun depan.

Purbaya Minta Maaf

Purbaya menyampaikan permintaan maaf jika ada kekeliruan ucapannya sejak menjabat posisi barunya. Hal itu ia ungkapkan usai mengikuti serah terima jabatan dengan Sri Mulyani Indrawati.

“Saya masih pejabat baru di sini, menterinya juga menteri kagetan. Jadi kalau ngomong, kata-katanya kalau kata Bu Sri Mulyani kayak koboi. Jadi kemarin kalau ada kesalahan, saya mohon maaf,” kata Purbaya usai acara serah terima jabatan di Gedung Kemenkeu, Selasa (9/9).

Ia mengatakan selama menjabat Ketua DK LPS, tidak ada yang memantau gaya bicaranya. Sementara saat menjadi menteri, ia khawatir gaya bicaranya bisa berdampak luas. “Waktu di LPS nggak ada yang monitor, jadi saya tenang. Ternyata di Kementerian Keuangan beda. Salah ngomong langsung dipelintir di sana-sini,” ujar Purbaya.

Purbaya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan tugasnya. Ia juga menyebut akan berdiskusi dengan Sri Mulyani mengenai arah kebijakan Kementerian Keuangan ke depan.

Sebelumnya, Purbaya sempat muncul di depan awak media usai dilantik di Istana Negara pada kemarin (8/9). Usai dilantik, Purbaya langsung menyambangi Gedung Kementerian Keuangan dan disambut para Wakil Menteri Keuangan yaitu Suahasil Nazara, Thomas Djiwandono, dan Anggito Abimanyu.

Dalam sesi konferensi pers di depan media, Purbaya sempat memberikan komentar terkait soal tuntutan dari massa aksi yang melakukan unjuk rasa. Tuntutan dari masyarakat mengerucut dalam 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang yang disebut 17+8.

Dalam pernyataannya, ia menyebut tuntutan itu hanya suara dari rakyat kecil. “Basically  begini. Itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya masih kurang ya,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Senin (8/9).

Purbaya menegaskan bahwa pihaknya akan fokus dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, saat ekonomi tumbuh tinggi, maka tidak ada lagi masyarakat yang protes.

Once, saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6%, 7%, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo,” ujar Purbaya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...