Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi RI Tumbuh 8% dalam Jangka Menengah, Ini Penopangnya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 8% dalam jangka menengah. Menurutnya, ketahanan ekonomi saat ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi ke depan.
Untuk mencapai target tersebut, Purbaya menegaskan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan dan seterusnya harus lebih tinggi. “Pada 2026, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,4%,” kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (10/9).
Ia menjelaskan, konsumsi rumah tangga masih akan menjadi penopang utama dengan proyeksi pertumbuhan 5,2% pada 2026. Pemerintah juga menargetkan investasi tumbuh 5,2% melalui penguatan peran Danantara untuk mendorong investasi produktif di sektor bernilai tambah tinggi dan berorientasi ekspor.
Selain itu, Purbaya menargetkan ekspor tumbuh hingga 6,7% dengan fokus pada peningkatan nilai tambah.
Dari sisi stabilitas, Purbaya juga mematok inflasi dapat dikendalikan dalam rentang target 1,5% hingga 3,5%. “Sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan tetap memberikan margin keuntungan juga bagi produsen,” ujar Purbaya.
Stabilitas Harga Pangan
Ia menekankan, stabilitas harga pangan akan terus menjadi prioritas pemerintah melalui kebijakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pemberian bantuan pangan, hingga penguatan peran Bulog.
“Bulog didorong menjaga stok pangan yang andal agar efektif menstabilkan harga sekaligus melindungi petani pada harga yang wajar, sehingga kesejahteraan petani meningkat,” kata Purbaya.
