Diingatkan Luhut, Purbaya Tetap Akan Tarik Anggaran MBG jika Penyerapan Lambat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan menarik kembali anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika penyerapannya tidak maksimal. Langkah ini dilakukan agar dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap bisa dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau nggak dipakai ya diambil, kenapa? Di sana juga nganggur duitnya. Saya sebarin ke tempat lain yang lebih siap,” kata Purbaya di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/10).
Pemerintah mengalokasikan Rp71 triliun untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut pada tahun ini. Namun, realisasi penyerapan masih rendah, padahal tahun ini tersisa tiga bulan lagi.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan dalam konferensi pers APBN KiTA edisi September 2025, anggaran MBG baru terealisasi Rp13 triliun per 8 September 2025. Dana itu digunakan untuk memberikan makan bergizi kepada 22,7 juta penerima melalui 7.644 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Rencana Purbaya untuk menarik anggaran MBG sempat dikritik oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut Luhut, Kemenkeu tidak perlu mengambil kembali dana tersebut karena penyerapannya sudah membaik.
Namun, Purbaya menegaskan pihaknya akan mengevaluasi realisasi anggaran hingga akhir Oktober 2025. “Kalau akhir Oktober saya tahu, terus nanti sampai Desember beberapa triliun nggak terpakai, saya ambil uangnya,” ujarnya.
BGN Siap Serap Rp99 Triliun untuk Program MBG
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan kesiapan lembaganya menyerap hingga Rp99 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis sepanjang 2025.
Dengan demikian, Dadan optimistis anggaran Rp71 triliun tahun ini dapat tersalurkan seluruhnya, bahkan melihat potensi penambahan anggaran sebesar Rp28 triliun.
“Kami akan minta tambahan ke Pak Menkeu untuk dana standby yang sudah disiapkan oleh Pak Presiden,” ujar Dadan, Jumat (28/9).
