Airlangga Pamer Kesuksesan QRIS: Salip Kartu Kredit, Dipakai di Luar Negeri
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan saat ini perluasan layanan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) memberikan dampak positif. Bahkan, penggunaan QRIS mampu menyalip transaksi kartu kredit.
“QRIS sudah bisa digunakan untuk belanja di luar negeri dan rupanya menyalip penggunaan kartu kredit. Makanya berbagai operator mulai jengah melihat bagaimana kita bisa bergerak cepat,” kata Airlangga di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10).
Airlangga menjelaskan, pengaruh kerja sama transaksi mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) dengan negara lain terbukti berdampak positif. Negara yang saat ini sudah bekerja sama dengan RI dalam LCT itu yakni Malaysia, Thailand, Jepang, Cina, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab (UEA).
“Jumlah pengguna QRIS sudah 56 juta orang. Bahkan ekonomi digital kita mencapai Rp 150 miliar,” ujar Airlangga.
Tidak Takut Tarif Tinggi
Airlangga mengatakan potensi ekonomi digital ini juga membuat Indonesia tidak takut dengan tantangan perang tarif. Terutama Amerika Serikat yang saat ini menerapkan tarif dagang yang tinggi untuk sejumlah negara.
“Ekonomi digital tidak takut terhadap tarif-tarifan karena barangnya itu bisa berjalan,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu yang mendukung perkembangan ekonomi digital adalah bisnis logistik dan warehouse. Kedua sektor ini tumbuh 8% yang berarti jauh di atas pertumbuhan ekonomi.
“Ini sangat potensial, bisa investasi untuk mendorong ekonomi digital ke depan,” ujar Airlangga.
Berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2025 tumbuh baik. Volume transaksi pembayaran digital mencapai Rp 4,43 miliar atau tumbuh 39,79% secara tahunan pada Agustus 2025
Transaksi QRIS menjadi salah satu yang paling mendukung pembayaran digital itu. BI mencatat pada periode tersebut, transaksi QRIS tumbuh 145,07% secara tahunan. Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
