Purbaya Janji Jaga Defisit di Bawah 3%, Pastikan Fiskal RI Masih Aman
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menjaga kondisi fiskal tetap sehat. Ia menegaskan komitmen untuk mempertahankan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Pemerintah akan terus mengelola keuangan negara secara hati-hati agar tetap berada dalam batas aman. Diketahui, outlook defisit APBN 2025 diperkirakan sebesar 2,78% dari PDB.
Ia menjelaskan, lembaga pemeringkat utang (rating agency) umumnya menilai kemampuan fiskal sebuah negara berdasarkan dua hal utama, yakni kemauan dan kemampuan untuk membayar utang.
“(Bayar utang) mau atau mampu? Jadi rating agency melihat kita dua, itu sebetulnya mau atau mampu. Dia akan memakai berbagai macam indikator, tapi sebenarnya hanya dua itu,” katanya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025, Selasa (28/10).
Menurut Purbaya, dua indikator utama dalam menilai kesehatan fiskal adalah rasio defisit terhadap PDB dan rasio utang terhadap PDB. Ia menjelaskan bahwa lembaga pemeringkat internasional biasanya menetapkan batas defisit terhadap PDB sebesar 3% dan rasio utang terhadap PDB sebesar 60% sebagai ambang aman.
Purbaya menegaskan bahwa posisi Indonesia masih berada di bawah batas tersebut, dengan defisit di bawah 3% dan rasio utang di bawah 40%. Ia menilai kondisi ini menunjukkan kebijakan fiskal Indonesia masih tergolong hati-hati dan sesuai standar internasional yang ketat.
Ia menyatakan komitmennya untuk menjaga rasio defisit terhadap PDB tetap di bawah 3%. Purbaya memastikan batas tersebut tidak akan dilampaui dan akan terus dipertahankan, baik tahun ini maupun pada tahun-tahun mendatang.
Namun, ia membuka kemungkinan penyesuaian kebijakan fiskal jika pertumbuhan ekonomi mencapai 7%.
“Kalau ekonomi tumbuh 7% kita pertimbangkan. Perlu nggak kita kurangin pajak? Atau perlu nggak kita tambahin utang untuk menembus (pertumbuhan ekonomi) 8%. Tapi kan hitungannya jelas di atas kertas. Kalau sudah 7%, saya naikan sedikit, orang juga happy,” kata Purbaya.
Optimisme tersebut muncul karena pemerintah tengah memangkas sejumlah pos anggaran dan mengalihkannya untuk belanja produktif. Purbaya menilai langkah ini dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi.
"Kalau dilihat, semua potongannya langsung belanja? Belanja lah. Sebanyak pajaknya, tapi ingat kantong sendiri,” ujarnya.
