Trump Ancam Kenakan Tarif 250% jika India dan Pakistan Tak Akhiri Konflik

Ferrika Lukmana Sari
31 Oktober 2025, 11:28
Trump
Youtube/White House
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di KTT ASEAN, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/8). Foto: Youtube/White House
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku pernah mengancam India dan Pakistan dengan tarif sebesar 250% untuk mendorong kedua negara menyelesaikan konflik bersenjata yang terjadi di awal 2025.

Trump juga menggambarkan sosok Perdana Menteri India Narendra Modi sebagai “pria paling tampan” sekaligus “pembunuh” yang siap berperang.

Pernyataan ini disampaikan Trump pada 29 Oktober 2025 saat menghadiri pertemuan para pemimpin korporasi dalam Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Summit di Gyeongju, Korea Selatan.

Trump berulang kali mengklaim perannya dalam menyelesaikan konflik bersenjata yang berlangsung selama empat hari, meski pejabat India menolak klaimnya sebagai mediasi.

Akibatnya, Modi tidak menghadiri pertemuan para pemimpin regional di Malaysia pekan ini karena khawatir Trump akan mengulang klaim tersebut, menurut beberapa sumber yang mengetahui situasi ini.

Kementerian Luar Negeri India belum memberikan komentar resmi atas pernyataan Trump. Pada Mei 2025, Wakil Presiden AS J.D. Vance berbicara dengan Modi untuk mencari jalan keluar dari konflik, dengan Sekretaris Negara AS Marco Rubio juga melakukan komunikasi serupa dengan rekannya di India.

Panglima tertinggi militer kedua negara kemudian melakukan pembicaraan panjang dan menyepakati gencatan senjata. Namun, Trump memublikasikan gencatan senjata tersebut melalui Truth Social sebelum diumumkan secara resmi oleh India atau Pakistan, yang membuat pejabat di New Delhi marah.

Trump menambahkan, ia sempat menelepon Modi dan menyampaikan pesan bahwa pihaknya tidak bisa membuat kesepakatan perdagangan dengan Anda. "Anda memulai perang dengan Pakistan. Kami tidak akan melakukannya,"kata Trump dikutip dari Bloomberg, Kamis (30/10).

Ia juga mengaku melakukan panggilan serupa kepada pihak Pakistan, namun keduanya awalnya menolak ancaman itu dan mengatakan bahwa mereka harus dibiarkan bertempur.

“Pada akhirnya, saya mengancam tarif 250 persen pada masing-masing negara, yang berarti kalian tidak akan pernah bisa berbisnis,” ujar Trump.

Trump Puji Pemimpin India dan Pakistan

Trump juga memuji ketangguhan kedua pemimpin tersebut. Ia mengatakan Modi adalah pria yang tampan dan sangat tangguh, serta menyebut bahwa Modi menegaskan kepada dirinya bahwa mereka akan tetap bertempur.

Trump menambahkan bahwa ia terkejut melihat sikap Modi dan sempat bertanya-tanya apakah itu benar orang yang sama yang ia kenal.

Meskipun Trump menyebut pemimpin India dan Pakistan sebagai “orang baik”, pernyataan ini muncul saat Modi tengah berkampanye dalam pemilu daerah, yang berpotensi menjadi amunisi politik bagi para pesaingnya.

Hubungan dekat antara Modi dan Trump disebut Trump sedikit memanas akibat pernyataan ini. India juga belum berhasil meyakinkan Trump untuk menurunkan tarif 50% atas ekspor India, termasuk penalti terkait pembelian minyak Rusia.

Trump menyatakan India telah berkomitmen untuk mengurangi pembelian minyak tersebut, namun AS belum mengumumkan pengurangan tarif.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ferrika Lukmana Sari

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...