Rupiah Berpeluang Menguat Imbas Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Nilai tukar rupiah diproyeksikan menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Kamis (11/12). Penguatan ini didukung dengan keputusan Bank Sentral AS yang memangkas suku bunganya pada Desember 2025.
“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang melemah setelah The Fed (The Federal Reserves, bank sentral AS) memagkas suku bunga sebesar 25 basis poin,” kata Analis Doo Finacial Futures Lukman Leong kepada Katadata.co.id.
Aksi itu membuat prospek pemangkasan suku bunga AS pada 2026 menurun menjadi hanya satu kali. Namun menurut Lukman, investor menaruh harapan hal ini bisa berubah seiring penggantian kepala The Fed tahun depan dengan yang merupakan pilihan Presiden Donald Trump.
“Rupiah akan berada di level Rp 16.600 per dolar AS hingga Rp 16.700 per dolar AS,” ujar Lukman.
Berdasarkan data Bloomberg pagi ini rupiah berada di level Rp 16.659 per dolar AS. Level ini menguat 29 poin atau 0,17% dari penutupan sebelumnya.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana juga memproyeksikan hal yang sama. “Rupiah kemungkinan ada apresiasi ke level Rp 16.790 per dolar AS,” ujarnya.
Ia juga mengatakan penguatan rupiah ini sangat dipengaruhi oleh keputusan The Fed yang memangkas suku bunga acuannya semalam yang kini menjadi 3,5%-3,75%.
Faktor domestik juga mempengaruhi penguatan rupiah. “Karena membaiknya kepercayaan konsumen dan penjualan ritel domestik,” kata Fikri.
