Purbaya Siapkan APBN untuk Bayar Iuran Keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza

Muhamad Fajar Riyandanu
28 Januari 2026, 21:42
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Sidang tersebut beragendakan membahas masukan INSA (Indonesian National Shipowners Association)
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Sidang tersebut beragendakan membahas masukan INSA (Indonesian National Shipowners Association) tentang peningkatan kepatuhan pajak perusahaan pelayaran asing dan laporan terkait permasalahan HS Code Pir Sandwich Panel CV Sumber Pangan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya sudah menyiapkan porsi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk membayar iuran keanggotaan Indonesia di Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza. Kendati demikian, Purbaya menyebut pembahasan teknis terkait skema pendanaan tersebut belum berjalan karena masih menunggu penugasan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.

“Belum didiskusikan, tapi pada suatu saat nanti Presiden akan memberi tugas ke saya. Saya pikir sebagian besar akan dari anggaran juga kan, dari APBN juga,” kata Purbaya di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (28/1).

Menteri Luar Negeri, Sugiono, sebelumnya telah memberikan keterangan ihwal kontribusi dana dari negara anggota kepada Dewan Perdamaian senilai lebih dari US$ 1 miliar. Para negara anggota akan menjabat selama tiga tahun, kecuali mereka membayar US$ 1 miliar untuk mendanai kegiatan dewan dan mendapatkan keanggotaan tetap.

Sugiono menyampaikan tidak ada kewajiban bagi negara-negara anggota untuk menyetor dana kepada Dewan Perdamaian. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu mengatakan bahwa negara yang diundang dapat menjadi anggota Dewan Perdamaian selama tiga tahun.

“Jadi kalau misalnya (satu negara) ikut berpartisipasi (membayar dana), itu artinya dia (anggota) permanen,” kata Sugiono, sebagaimana diberitakan oleh Antara pada Selasa (27/1). Sugiono menyampaikan hal itu tanpa menjelaskan lebih lanjut apakah Indonesia akan ikut berkontribusi dana kepada Dewan Perdamaian.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl menyampaikan bahwa kontribusi dana kepada Dewan Perdamain bersifat sukarela. Ia menambahkan, negara yang tidak memberikan setoran dana tetap dapat menjadi anggota dewan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya ikut menandatangani Piagam Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penandatanganan tersebut dilakukan di sela-sela agenda Word Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1). 

Prabowo lalu menjelaskan alasan Indonesia ikut bergabung dalam dewan tersebut.  Prabowo menilai forum ini merupakan peristiwa bersejarah bagi Indonesia untuk berkontribusi mencapai perdamaian di wilayah Gaza.

“Ini kesempatan bersejarah, ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” kata Prabowo seusai kegiatan, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Prabowo menyatakan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza akan lebih mengalir secara lebih signifikan. "Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu deras, begitu besar sudah masuk. Saya sangat berharap dan Indonesia siap ikut serta,” kata Presiden.

Prabowo menandatangani Piagam Dewan Perdamaian Gaza disaksikan Trump. Penandatangan dilakukan bersama-sama Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. Selain Prabowo dan Victor Orban, sejumlah pimpinan negara lain juga turut meneken keikutsertaan Board of Peace.

Mereka yakni pimpinan Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Belarus, Mesir, Israel, Kosovo, Kazakstan, Yordania, Maroko, Pakistan, Paraguai, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, dan Vietnam.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...