Airlangga Lapor Pertumbuhan Ekonomi ke Prabowo, Klaim Stimulus Tepat Sasaran

Ade Rosman
13 Februari 2026, 15:41
Airlangga, pertumbuhan ekonomi
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,11% secara tahunan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,11% secara tahunan. Ia menyebut angka pertumbuhan ekonomi ini yang tertinggi kedua di antara negara-negara G20.

Hal ini disampaikan Airlangga dihadapan Presiden Prabowo Subianto di acara "Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026" di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2).  

“Kalau kita bicara mengenai ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan, pertumbuhan ekonomi global stagnan di 3%. Nah, ini dari (proyeksi) IMF, World Bank, maupun OECD di tahun 2025, dan di tahun 2026 juga angkanya sedikit menurun secara global, 2,9% sampai 3,1%,” kata Airlangga dalam paparannya. 

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh kuat sebesar 4,98%. 

“Ini mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta peningkatan mobilitas akibat pada hari besar Nataru (Natal dan Tahun Baru) dan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Airlangga. 

Pada kesempatan itu, Airlangga mengatakan untuk pertama kalinya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal keempat 2025 dan kuartal pertama 2026 itu secara beruntun (back to back) akan mencatat pertumbuhan yang tinggi, karena ada perayaan hari besar keagamaan. 

“Karena di kuartal I ada Idulfitri, yang berdasarkan pengalaman kita pada saat terjadi Lebaran akan mencapai pertumbuhan tertinggi juga. Oleh karena itu, kita akan terus dorong pertumbuhan pada kuartal pertama tahun ini,” kata Airlangga. 

Belanja Masyarakat Meningkat pada Akhir 2025

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,39% secara tahunan pada kuartal keempat 2025. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi secara kuartalan dalam tiga tahun terakhir, terutama berkat lonjakan aktivitas belanja masyarakat di pengujung tahun.

Data BPS menunjukkan konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh pertumbuhan ekonomi, naik 5,11% secara tahunan pada tiga bulan terakhir 2025. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 4,89% secara tahunan maupun kuartal keempat 2024 sebesar 4,98% secara tahunan.

Pemerintah juga bekerja sama dengan ratusan peritel untuk menggelar program diskon akhir tahun demi menggenjot belanja masyarakat. Puluhan mal pun menggelar diskon hingga 80% pada bulan terakhir 2025.

Kenaikan yang tinggi pada konsumsi rumah tangga di pengujung tahun lalu tercermin dari pertumbuhan pada sejumlah lapangan usaha. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tercatat tumbuh 7,15% secara tahunan. Pertumbuhan di sektor ini menggambarkan ramainya aktivitas makan dan minum di luar rumah, serta aktivitas masyarakat yang menginap di hotel.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...