Rupiah Kian Lemah Dekati Level 17.000, BI Pastikan Intervensi Pasar

Image title
4 Maret 2026, 10:11
Bank Indonesia, rupiah Bi, intervensi
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak di pasar keuangan akibat perang Iran dengan AS dan Israel yang meluas. Nilai tukar rupiah melemah mendekati level 17.000 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Rabu (4/3). 

“Intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward  (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder,” kata Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam pernyataan resmi, Rabu (4/3).

Ia memastikan, BI akan terus berada di pasar guna memastikan nilai tukar rupiah terjaga tak terlalu jauh dari fundamentalnya. 

Kurs rupiah dibuka melemah 59 poin ke level 16.931 per dolar AS pada perdgaangan hari ini. Namun, rupiah perlahan bergerak menguat dari posisi pembukaan ke level 16.899 per dolar AS hinga pukul 10.00 WIB. 

Adapun pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp 16.872 per dolar Amerika Serikat, melemah tipis 0,02% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.868 per dolar AS. Kemudian langsung dibuka melemah pada perdagangan pagi ini.

Meski rupiah melemah, Destry menilai pelemahan rupiah sejauh ini masih lebih baik dengan nilai tukar regional yang sepanjang bulan ini tercatat melemah 0,51%. 

Ia juga menyebut cadangan devisa tetap terjaga di level US$ 154,6 miliar akhir Januari 2026.  Arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama tahun 2026 juga mencapai Rp 25,7 triliun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...