Purbaya Respons Soal THR Pekerja Swasta Kena Pajak: Protes ke Bosnya

Ade Rosman
7 Maret 2026, 11:44
thr, purbaya, pajak
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga /nz
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kiri) dan Menteri PU Dody Hanggodo (kanan) menyampaikan paparan saat mengikuti rapat koordinasi pemulihan pascabencana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan protes terkait tunjangan hari raya (THR) karyawan swasta yang dikenai pajak sebaiknya dilayangkan kepada pimpinan perusahaan, bukan kepada pemerintah. 

“Protesnya ke bosnya lah, jangan ke pemerintah,” kata Purbaya dalam acara buka bersama dengan awak media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3).

Purbaya mengatakan, pemerintah menjalankan aturan pajak secara adil. Dia juga menjelaskan, sulit bagi pemerintah untuk mengubah aturan untuk menyenangkan semua pihak.

"Jadi kalau (pekerja) swasta protes, protes ke bosnya juga," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto menjelaskan THR swasta maupun aparatur sipil negara (ASN), Polri, juga TNI dikenai pajak. 

Bimo juga menjelaskan, sebagaimana termaktub dalam PP Nomor 58 Tahun 2023, penghitungan pemotongan pajak untuk THR menggunakan mekanisme Tarif Efektif Rata-Rata (TER), sehingga THR digabung dengan gaji bulanan. 

“Sebenarnyatidakada masalah, justru itu memudahkan wajib pajak untuk membagi beban,” kata Bimo.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memastikan bahwa THR tetap termasuk dalam objek Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Dengan demikian, THR yang diberikan tetap dapat dikenakan potongan pajak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku


Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...