Jadwal Operasional BI saat Libur Lebaran 2026
Bank Indonesia menetapkan libur kegiatan operasional pada periode Hari Raya Idulfitri 1447 H/Tahun 2026, yakni mulai Rabu (18/3) hingga Selasa (24/3). Operasional bank sentral akan kembali normal pada Rabu (25/3).
“Bank Indonesia memastikan ketersediaan infrastruktur layanan perbankan bagi masyarakat, mengacu pada ketentuan Pemerintah mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026,” demikian pernyataan resmi BI pada Senin (9/3).
Berikut jadwalnya:
- Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), dan Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP). Seluruh layanan penyelenggaraan Sistem BI-RTGS, BI-SSSS, dan BI-ETP tidak beroperasi.
- Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)
Seluruh layanan penyelenggaraan SKNBI tidak beroperasi.
Seluruh warkat debit di Zona 4 yang telah diserahkan pada tanggal 17 Maret 2026 (H-1) akan diselesaikan setelmennya pada tanggal 25 Maret 2026. - Bank Indonesia Fast Payment (BI-FAST)
Layanan tetap beroperasi penuh. - Layanan Kas
Seluruh kegiatan layanan kas ditiadakan. - Transaksi Operasi Moneter Rupiah dan Valas
- Operasi Moneter Rupiah
Seluruh kegiatan transaksi operasi moneter Rupiah ditiadakan. - Operasi Moneter Valas
- Seluruh kegiatan transaksi operasi moneter valas ditiadakan.
- Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) tidak diterbitkan.
- Kurs Acuan Non-USD/IDR tidak diterbitkan.
- Kurs Bank Indonesia menggunakan referensi kurs hari kerja terakhir.
- Operasi Moneter Rupiah
- Indonesia Overnight Index Average (INDONIA)
INDONIA, Compounded INDONIA, dan INDONIA Index tidak terbit.
“Seluruh kegiatan operasional Bank Indonesia akan kembali berjalan normal sepenuhnya pada Rabu, 25 Maret 2026. Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan operasional di institusi sektor keuangan menjadi pertimbangan dan kewenangan masing-masing institusi,”kata BI.
Penyediaan Uang Tunai Rp 185,6 Triliun
Bank Indonesia telah menyediakan uang tunai selama momentu Ramadan hingga menjelang Idulfitri ini mencapai Rp 185,6 triliun. BI punmenaikkan paket penukaran uang Lebaran 2026 menjadi maksimal Rp 5,3 juta per orang, dari sebelumnya Rp 4,3 juta.
"Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan baik, tentu kebutuhan uang tunai meningkat. Kami lakukan peningkatan ketersediaan uang untuk penukaran sekitar 15% dibandingkan tahun lalu," ujar Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali pada bulan lalu.
Ia menjelaskan, penukaran uang akan dikemas melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Melalui program ini, masyaraka dapat melakukan penukaran uang di seluruh kantor perwakilan BI dan kantor-kantor cabang perbankan.
"Titik-titik pelayanan di seluruh Indonesia kami tingkatkan, lebih dari 2.800 titik dan 8,700 pelayanan di Indonesia yang nantinya dapat melayani penukaran," ujar dia.
BI juga memastikan telah meningkatkan kemampuan aplikasi PINTAR yang harus dipergunakan masyarakat untuk memperoleh kuota penukarang uang Lebaran. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan.
