Purbaya Sebut Banyak Ekonom Berkontribusi pada Pelemahan Rupiah dan IHSG

Ade Rosman
10 Maret 2026, 12:18
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) melihat pakaian yang dijual pedagang saat mengunjungi Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026). Dalam kunjungan tersebut Purbaya menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya memulihkan ekonomi d
Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) melihat pakaian yang dijual pedagang saat mengunjungi Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026). Dalam kunjungan tersebut Purbaya menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya memulihkan ekonomi dan meminta dukungan para pedagang agar perekonomian dapat terus bergerak maju.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pernyataan sejumlah ekonom yang menyebut Indonesia mengalami resesi ikut mempengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Rupiah 17.000, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah resesi menuju 1998 lagi. Gitu lah, (katanya) daya beli sudah hancur,” kata Purbaya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3).

Padahal, menurutnya kondisi di lapangan berkebalikan dengan anggapan itu. Ia menyebut saat ini ekonomi Indonesia tengah tumbuh secara berkelanjutan. 

“Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian,” kata dia. 

Purbaya juga mengatakan, saat ini kondisi ekonomi Indonesia tengah dalam akselerasi, ia menjamin akan menjaganya sampai kedepannya.  

“Boro-boro krisis, resesi aja belum. Melambatnya aja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan,” katanya. 

Di sisi lain, bendahara negara ini memenegaskan kepada investor  agar tidak perlu takut dengan sutuasi saat ini. Pasalnya, ia menjamin pemerintah menjaga fondasi perekonomian Indonesia.  Selain, itu, menurut dia, pemerintah memiliki pengalaman menghadapi krisis ekonomi.  

“Kita sudah tahu krisis 1998 apa penyebabnya, kita terapkan di 2008-2009 ketika global jatuh kita tumbuh bagus kan, 2020 kita jaga juga ekonominya dengan kebijakan yang pas,” kata dia.

Purbaya mengunjungi pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (9/3) siang untuk menunjukkan klaim tersebut. Saat sidak pasar tersebut, ia mengatakan ingin mengetahui kondisi lapangan yang sesungguhnya. 

“Saya pengen cek karena kalau data-data kita, ekonomi lagi bagus. Harusnya kan di Tanah Abang segala macam ada pembelinya. Saya mau cek itu aja betul apa nggak. Ternyata betul, daya beli masih ada, orang masih belanja, itu pasar juga masih ramai,” katanya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...