Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bercerita, sempat dimaki-maki warganet di media sosial TikTok akibat rupiah yang melemah akibat menguatnya dolar AS. Padahal menurut Purbaya, pelemahan rupiah masih lebih baik dibandingkan dengan mata uang negara tetangga.
"Di TikTok, saya dimaki-maki orang, 'hey Pak Purbaya, Menteri Keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh rupiah lihatin,',” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (11/3).
Namun, Purbaya mengatakan, masyarakat harus memberikan penilaian secara adil. Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini masih terkendali.
“Kami masih oke, artinya masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi yang baik,” katanya.
Purbaya mengklaim, di tengah meningkatnya dinamika global dan tensi geopolitik, tekanan pada sektor keuangan domestik masih dalam batas yang dapat dikendalikan.
"Sejak perang (Israel-AS vs Iran), kami lihat depresiasi rupiah tercatat sebesar 0,3%. Jauh lebih baik dari mata uang negara-negara di sekeliling kita, Malaysia -0,5%, Thailand -1,6%, dan lain-lain. Jadi kita masih lumayan,” kata Purbaya.
Purbaya sebelumnya mengklaim, pernyataan sejumlah ekonom yang menyebut Indonesia mengalami resesi ikut mempengaruhi pelemahan nilai tukar. “Rupiah 17.000, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah resesi menuju 1998 lagi. Gitu lah, (katanya) daya beli sudah hancur,” kata Purbaya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3).
Padahal, menurutnya kondisi di lapangan berkebalikan dengan anggapan itu. Ia menyebut ekonomi Indonesia saat ini tengah tumbuh secara berkelanjutan.
“Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian,” kata dia.
Purbaya juga mengatakan, saat ini kondisi ekonomi Indonesia tengah dalam akselerasi, ia menjamin akan menjaganya sampai kedepannya.
“Boro-boro krisis, resesi aja belum. Melambatnya aja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan,” katanya.
Di sisi lain, bendahara negara ini memenegaskan kepada investor agar tidak perlu takut dengan sutuasi saat ini. Pasalnya, ia menjamin pemerintah menjaga fondasi perekonomian Indonesia. Selain, itu, menurut dia, pemerintah memiliki pengalaman menghadapi krisis ekonomi.
