Harga Minyak Melonjak, Pemerintah Buka Opsi Tambah Bansos
Harga minyak dunia yang melonjak berpotensi mengerek harga-harga kebutuhan pokok. Menghadapi kondisi ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pemerintah membuka opsi meningkatkan nilai bantuan sosial untuk keluarga penerima.
Kemensos saat ini memberikan dua jenis bansos yang dikirimkan setiap bulan ke penerima manfaat, yakni Bantuan Pangan Non Tunai atau kartu Sembako senilai Rp 200.000 per bulan dan Program Keluarga Harapan hingga Rp 750.000 per bulan.
"Dengan potensi kenaikan harga sembako, tentu akan dilakukan penyesuaian nilai bansos. Saya yakin tim ekonomi presiden sedang bekerja untuk mengendalikan perekonomian," kata Gus Ipul di kantornya, Rabu (25/3).
Kementerian Perdagangan mendata, harga rata-rata nasional untuk 11 dari 16 bahan pokok naik dalam 30 hari terakhir. Kenaikan harga tertinggi terjadi pada minyak goreng curah yang naik 4,57% menjadi Rp 18.975 per liter.
Gus Ipul optimistis, pemerintah akan mempertebal nilai bansos pada tahun ini. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya pada tahun lalu juga telah menambah dan memperluas penerima bansos dalam periode waktu tertentu.
Kepala Negara pada tahun lalu menambah nilai Kartu Sembako senilai Rp 200.000 per bulan pada Juni-Juli. Selain itu, pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Sosial pada 35 juta penerima manfaat senilai Rp 900.000 pada kuartal terakhir 2025.
"Kami akan mempersiapkan skema-skema terkait penambahan nilai bansos. Sebab, sebelumnya kami telah melakukan penambahan nilai bansos," ujarnya.
Perang antara Iran dengan Israel, dan Amerika Serikat telah menghambat distribusi 20% kebutuhan minyak mentah global. Hal tersebut telah mendorong harga BBM dan akhirnya mendorong biaya logistik di beberapa negara.
Harga minyak dunia berada di bawah US$68 per barel sebelum konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dimulai pada Sabtu (28/2). Perang membuat harga minyak melonjak hingga mencapai di atas US$100 per barel saat konflik dimulai.
Harga minyak dunia turun akibat laporan adanya upaya diplomatik Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang dengan Iran pada Rabu (25/3). Harga minyak menurun meski pada saat yang sama AS juga mengirimkan pasukan tambahan ke kawasan Timur Tengah.
Harga minyak Brent turun 4,3% menjadi US$99,99 per barel pada pagi ini. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate turun 4,1% menjadi US$88,61 per barel.
AS sedang mengupayakan gencatan senjata selama satu bulan. Negara yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump ini telah mengirimkan 15 poin rencana kepada Iran untuk mengakhiri perang tersebut.
“Trump tampaknya sedang mengupayakan negosiasi serius dengan Iran, sambil tetap membuka berbagai kemungkinan,” kata peneliti senior di Program Timur Tengah di Center for Strategic and International Studies, Will Todman, dikutip dari Bloomberg, Rabu (25/3).
