Rupiah Diproyeksi Melemah, Investor Ragukan Perundingan Damai AS dan Iran

Image title
27 Maret 2026, 09:52
Petugas menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Nilai tukar rupiah rupiah perlahan bergerak menguat 20 poin menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.956 per
Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Nilai tukar rupiah rupiah perlahan bergerak menguat 20 poin menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.956 per dolar AS pada penutupan perdagangan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (25/3) diproyeksikan bergerak melemah berkisar Rp 16.850-16.950 terhadap dolar AS di tengah keraguan perundingan damai antara AS dan Iran.

 “Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap di tengah meningkatnya sentimen risk off dan harga minyak oleh keraguan investor akan perundingan damai AS-Iran. Range Rp 16.850-16.950,” Analis Doo Financial Lukman Leong kepada Katadata, Jumat (27/3).

 Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp 16.913 per dolar AS. Ini membuat rupiah melemah 0,10% atau 20 poin. Rupiah pun perlahan bergerak turun ke level 16.930 per dolar AS hingga pukul 09.08 WIB, melemah 0,15% atau  poin.

 Adapun pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 16.904 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,04% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.911 per dolar AS.  

Dalam pernyataan baru-baru ini Presiden Donald Trump menyatakan akan kembali menunda tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat atau menghadapi serangan lanjutan, dengan menyatakan bahwa pembicaraan dengan negara tersebut berlangsung “sangat baik.”

 Trump mengatakan akan memperpanjang selama 10 hari komitmennya untuk menahan diri dari serangan terhadap fasilitas energi Iran, memberikan ketenangan sementara bagi pasar energi global yang sebelumnya terguncang oleh sinyal yang saling bertentangan terkait kemungkinan berakhirnya perang yang telah berlangsung hampir satu bulan.

 Perpanjangan tenggat waktu tersebut juga memberi kesempatan bagi Amerika Serikat untuk mengerahkan lebih banyak kekuatan militer, dengan sebagian pasukan dijadwalkan tiba sebelum akhir pekan. 

 Sebelumnya pada Kamis, Trump kembali menyebutkan bahwa operasi militer diperkirakan berlangsung selama empat hingga enam minggu dan menyatakan bahwa upaya perang Amerika “berjalan lebih cepat dari jadwal.”

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...