Rupiah Diprediksi Melemah Tertekan Memanasnya Perang Iran dan AS

Image title
6 April 2026, 09:41
Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Nilai tukar rupiah ditutup perkasa sebesar 85 basis point atau menguat 0,50 persen menuju level Rp16.864 per dol
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Nilai tukar rupiah ditutup perkasa sebesar 85 basis point atau menguat 0,50 persen menuju level Rp16.864 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Senin (6/4). Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah serta lonjakan harga minyak mentah global.

 “Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah dan harga minyak mentah yang masih terus naik,” kata Analis Doo Financial, Lukman Leong kepada Katadata.

 Lukman menyampaikan bahwa kondisi geopolitik yang memanas mendorong pelaku pasar cenderung mencari aset safe haven, termasuk dolar AS. Hal ini berdampak langsung pada pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka di level di level Rp 16.992 per dolar AS melemah 0,09% atau 16 poin. Hingga pukul 09.10 WIB Rupiah perlahan melemah Rp 16.998 per dolar AS melemah 0,11% atau 18 poin.

Adapun pada perdagangan minggu sebelumnya pada Jumat (3/4), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat di level Rp 17.002 per dolar AS, menguat 22 poin atau 0,13%.

 Selain itu, penguatan dolar AS juga didorong oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya Non-Farm Payrolls (NFP), yang tercatat lebih kuat dari ekspektasi pasar. Data tersebut memperkuat prospek ekonomi AS dan membuka peluang kebijakan moneter ketat yang lebih lama oleh bank sentral AS.

“Indeks dolar AS sendiri naik didukung oleh data pekerjaan AS NFP yang lebih kuat dari perkiraan,” ujar Lukman.

 Untuk perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...