Rupiah Menguat Pagi Ini, Ditopang Kabar Gencatan Senjata AS-Israel dengan Iran

Ade Rosman
8 April 2026, 09:27
Petugas menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Nilai tukar rupiah rupiah perlahan bergerak menguat 20 poin menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.956 per
Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Nilai tukar rupiah rupiah perlahan bergerak menguat 20 poin menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.956 per dolar AS pada penutupan perdagangan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada Rabu (8/4) pagi. Melansir data Bloomberg, rupiah berada di level 16.986 pada pembukaan pagi, menguat 0,70% dari penutupan sebelumnya. 

Pada penutupan Selasa (7/4), nilai tukar rupiah anjlok ke level 17.105 per dolar AS. Analis Doo Financial Lukman Leong memperkirakan penguatan rupiah ini dikarenakan kabar gencatan senjata perang Iran dengan AS dan Iran. 

“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS menyusul langkah Trump menunda penyerangan terhadap Iran untuk selama 2 minggu menyebabkan penurunan tajam pada harga minyak dan pulihnya sentimen di pasar,” kata Lukman kepada Katadata, Rabu (8/4). 

Sebelumnya, nilai tukar rupiah menembus level Rp 17.100 per dolar AS, angka ini merupakan yang terlemah sepanjang sejarah. 

Gencatan Senjata Iran dan AS

Adapun, Presiden AS Donald Trump membagikan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi melalui akun Truth Social miliknya, yang mengindikasikan peluang gencatan senjata antara kedua negara. Iran bahkan akan membuka selat Hormuz secara terbatas.

Dalam surat resmi tanggal 7 April 2026 yang mewakili Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Araghchi menyampaikan bahwa Teheran membuka ruang deskalasi dengan syarat penghentian serangan terhadap wilayahnya.

“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata Kuat kami akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” tulis Araghchi dalam pernyataan tersebut, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (8/4).

Ia juga menambahkan bahwa selama dua minggu ke depan, jalur pelayaran melalui Selat Hormuz akan dibuka secara terbatas melalui koordinasi dengan militer Iran, dengan mempertimbangkan aspek teknis di lapangan.

Dalam surat itu, Iran turut menyampaikan apresiasi kepada Pakistan, khususnya kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharifdan Marsekal Lapangan Asim Munir, atas upaya mereka dalam meredakan konflik di kawasan.

“Sebagai tanggapan atas permintaan persaudaraan dari PM Sharif, serta permintaan Amerika Serikat untuk melakukan negosiasi berdasarkan proposal 15 poin, dan pengumuman Presiden AS terkait penerimaan kerangka umum proposal Iran, saya menyatakan posisi ini atas nama Iran,” demikian dikutip.

Sebelumnya, Trump memutuskan untuk menangguhkan rencana serangan militer terhadap Iran selama dua minggu. Keputusan itu diambil hanya beberapa jam sebelum operasi militer yang direncanakan diluncurkan.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyebut keputusan itu diambil setelah komunikasi dengan pemerintah Pakistan. Ia juga mensyaratkan pembukaan penuh dan aman Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, serta dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...