Airlangga Yakin Ekonomi Indonesia Kuartal I Tumbuh 5,5% 

Ade Rosman
10 April 2026, 11:59
airlangga, pertumbuhan ekonomi
ANTARA FOTO/Fauzan/agr
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama 2026 mencapai 5,5%. Namun, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini masih akan bergantung pada situasi geopolitik.  

“Untuk kuartal pertama, kami optimis lebih besar atau sama dengan 5,5%. Kemudian kalau di akhir tahun, lebih besar atau sama dengan 5,4% sesuai dengan perkiraan APBN,” kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (9/4). 

Ia mengatakan, pemerintah tengah berupaya untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi di tengah perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

“Semua ini masih tergantung daripada kondisi geopolitik masih stabil atau tidak. Nah sekarang kan dalam kondisi perang dan dua minggu lagi tentu akan ada dinamika. Jadi selama ini kita terus saja meng-adjust terhadap dinamika yang ada,” katanya. 

Meski begitu, Airlangga menyatakan pemerintah tetap mempertahankan baseline pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5,4% pada 2026. Proyeksi ini mempertimbangkan kenaikan harga minyak yang terdampak perang. 

Airlangga menyebut, rata-rata harga minyak yang dibeli Indonesia berada di kisaran harga US$ 76 per barel.

“Setiap satu dolar kenaikan BBM kan kira-kira dampaknya terhadap APBN sekitar Rp6 triliun lebih sedikit. Nett ya antara gaining export komoditas yang harga tinggi dikurangi dengan jumlah subsidi itu kira-kira Rp6 triliun. Jadi kalau angka-angka seperti itu masih bisa di-absorb oleh APBN,” kata dia. 

Di sisi lain, ia juga menanggapi Bank Dunia atau World Bank yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sebelumnya 4,8% menjadi 4,7%. 

Airlangga menilai, pemangkasan yang dilakukan oleh Bank Dunia itu masih berada di atas angka rata-rata pertumbuhan global. Ia pun menilai penurunan itu sebagai hal yang wajar di tengah konflik geopolitik. 

“Ya kan berbagai dengan situasi perang kan ya mereka semua menurunkan di berbagai wilayah. Tapi kalau kita lihat angka itu juga masih di atas pertumbuhan global rata-rata. Pertumbuhan global rata-rata kan di 3-4 (persen),” kata Airlangga.

Kendati demikian, Airlangga optimis dengan kinerja ekonomi Indonesia. Ia menyatakan, hasil pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama 2026 menjadi indikatornya. 

“Tapi kalau Indonesia sendiri optimis karena nanti di kuartal satu lihat saja hasilnya seperti apa,” kata dia.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...