BI Ungkap 3 Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Global

Image title
17 April 2026, 10:45
BI, Perry Warjiyo, IMF
Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bertemu dengan First Deputy Managing Director (FDMD) International Monetary Fund, Dan Katz, yang membahas perkembangan geopolitik dan ketidakpastian global yang tinggi, di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis (16/4).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan tiga faktor kunci penopang ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Ketiga faktor itu adalah kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, dan penguatan kemitraan internasional. 

“Ketiga faktor tersebut meliputi beberapa hal, pertama, konsistensi dan sinergi kebijakan moneter, fiskal, serta stabilitas sistem keuangan yang dijalankan secara kredibel,” kata Perry Warjiyo dalam pernyataan resmi, dikutip Jumat (17/4).

Kedua, dia menyebutkan faktor lainnya yaitu kemampuan untuk terus beradaptasi dan menyesuaikan kerangka kebijakan seiring perubahan dinamika global. 

Ketiga, penguatan kerja sama dan kemitraan internasional, termasuk dengan Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya. 

Dalam agenda tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo bersama Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa turut melakukan pertemuan intensif dengan para investor global  dengan US-ASEAN Business Council dan International Monetary Fund (IMF) dalam rangkaian IMF–World Bank Spring Meetings 2026 di Washington, D.C., AS. 

Menurutnya pertemuan gubernur BI dan menkeu dengan para pelaku bisnis yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council dan US Chamber of Commerce mencerminkan pentingnya interaksi langsung antara pemangku kebijakan dan sektor swasta di tengah meningkatnya ketidakpastian global. 

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menegaskan kinerja ekonominya yang berdaya tahan di tengah berbagai krisis, sekaligus memperkuat kepercayaan para pelaku usaha AS yang beroperasi di Asia Tenggara.

Gubernur BI dan IMF Bahas Risiko-risiko Global

Pada Kamis (16/4), Perry juga melakukan pertemuan dengan First Deputy Managing Director (FDMD) International Monetary Fund, Dan Katz, yang membahas perkembangan geopolitik dan ketidakpastian global yang tinggi. 

Dalam pertemuan ini, BI dan IMF menyoroti risiko global tidak hanya berasal dari harga minyak, tetapi juga potensi dampak rambatan melalui rantai pasok global. 

“Oleh karena itu, kalibrasi kebijakan tidak hanya berfokus pada indikator yang sudah terlihat, tetapi juga pada kemampuan untuk mengantisipasi risiko yang belum sepenuhnya teridentifikasi,” kata Perry.

Selaras dengan tiga faktor kunci tersebut, Perry menegaskan BI terus memperkuat sinergi kebijakan internasional dan komunikasi dengan investor global guna menjaga stabilitas eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...