Purbaya Sebut Target Pembangunan Pemerintah Lebih Produktif
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah tengah menggeser fokus pembangunan tidak hanya menjaga stabilitas. Pemerintah menargetkan pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Hal itu disampaikan Purbaya saat menjadi pembicara kunci pada seminar bertajuk ‘Supporting Economic Recovery in Middle-Income Countries: Alignment of Higher Productivity and Quality Jobs Creation, Amid High Indebtedness’, dalam lawatannya ke Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, pergeseran fokus ini didorong melalui tiga pilar utama, yaitu investasi, industrialisasi, dan produktivitas.
“Kami mendorong industri hilir, memperkuat sektor manufaktur, dan meningkatkan sumber daya manusia dan efisiensi. Jadi ke depannya, pertumbuhan Indonesia tidak hanya akan stabil, tetapi juga akan lebih produktif dan berkelanjutan serta menjadi lebih terdiversifikasi dan tangguh,” kata Purbaya, dikutip dari keterangannya, Selasa (21/4).
Pada kesempatan yang sama, Purbaya juga menyatakan kinerja ekonomi Indonesia relatif kuat dibandingkan negara-negara G20 dan negara berkembang lainnya. Hal itu tergambar dari pertumbuhan yang solid, inflasi rendah, serta defisit dan rasio utang yang terjaga.
Ia mengatakan, hal ini tidak terlepas dari peran APBN sebagai shock absorber dalam melindungi daya beli masyarakat, dengan tetap menjaga disiplin fiskal di bawah batas defisit 3% PDB.
Purbaya menyatakan Indonesia akan mengoptimalkan sinergi kebijakan fiskal, moneter, serta memanfaatkan peran Danantara dalam mobilisasi investasi di luar APBN.
Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia
Purbaya sebelumnya menghadiri rangkaian Pertemuan Musim Semi (Spring Meeting) Dana Moneter Internasional (IMF) dan Grup Bank Dunia (World Bank Group) pada 13-17 April di Washington, DC, Amerika Serikat.
Pertemuan tahunan tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan dan Pembangunan, Gubernur Bank Sentral, anggota parlemen, eksekutif sektor swasta, perwakilan Organisasi Masyarakat Sipil (CSO), pelaku usaha, akademisi, dan organisasi internasional ini membahas tantangan utama pembangunan global, termasuk prospek pertumbuhan ekonomi, stabilitas keuangan, dan pengentasan kemiskinan.
Dalam rangkaian kegiatan itu juga Purbaya melakukan pertemuan dengan sejumlah investor global.
Ia menjelaskan, ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah tekanan situasi geopolitik global saat ini.
Dalam lawatan tersebut, Purbaya juga menghadiri ‘G20 1st Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting’ di bawah presidensi Amerika Serikat.
