Purbaya Ungkap Penyebab Dua Dirjen Kemenkeu Dicopot: Konflik Internal
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencopot dua petinggi Kementerian Keuangan, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu dan Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman. Ia menjelaskan, pencopotan kedua pejabat ini tak luput dari gejolak di internal kementeriannya.
Purbaya sempat menyinggung kabar yang meragukan kemampuan pemerintah untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih dari tiga bulan. Ia juga menyebut terdapat anak buahnya di Kemenkeu yang tidak menjalankan tugasnya meski telah diberi arahan.
“Iya ada sedikit (faktor tersebut berhubungan dengan pergantian Dirjen), tapi enggak itu aja. Ada yang lain-lain,” kata Purbaya saat media briefing di kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta Selatan, Jumat (24/4).
‘Noise’ lainnya yakni beredar kabar bahwa APBN akan habis dalam tiga minggu, hingga beredar kabar bahwa bahasa Inggrisnya tidak memadai sehingga tidak melakukan kunjungan ke luar negeri.
“Itu dari internal. Jadi kami rapikan itu sedikit,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menyatakan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun, yang terjadi ini lebih dari hal tersebut.
“Kalau perbedaan pendapat boleh loh di Keuangan. Cuma, ketika ada misinformasi seperti itu kan meruntuhkan legacy pemerintah. Jadi mesti kami rapikan. Itu aja,” kata Purbaya.
Adapun, dua posisi eselon satu itu diisi oleh Pelaksana harian (PLH). Sudarto, Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara yang ditunjuk sebagai Plh. Dirjen Anggaran, dan Ferry Ardianto, Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi, sebagai Plh. Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal.
