Rupiah Diproyeksi Melemah di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Image title
27 April 2026, 09:31
rupiah, rupiah melemah
ANTARA
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah menguat 0,04% ke level 17.222 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Senin (27/4). Namun, rupiah berpotensi melemah seiring meningkatnya sentimen global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Analis Doo Financial Lukman Leong, memproyeksikan rupiah berpotensi melemah dipicu oleh gagalnya putaran kedua negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak mentah sekaligus memperkuat posisi dolar AS sebagai aset safe haven.

“Pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam kisaran Rp 17.100 hingga Rp 17.200 per dolar AS,” ujarnya kepada Katadata, Senin (27/4).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat 17 poin di level 17.212 per dolar AS. Namun, rupiah bergerak melemah dari posisi pembukaan ke level 17222 per dolar AS pada pukul 09.20 WIB.

Dilansir dari The Time, Presiden AS Donald Trump tiba-tiba membatalkan rencana bagi utusan AS untuk melakukan perjalanan ke Pakistan. Mereka rencananya akan melakukan pembicaraan damai dengan Iran pada hari Sabtu, membuat putaran negosiasi baru yang bertujuan untuk mengakhiri perang.

Utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu presiden, akan melakukan perjalanan ke Islamabad untuk berbicara dengan para pemimpin Iran Sabtu nanti, tetapi Trump membatalkan mereka pada menit terakhir, menyalahkan "pertikaian" di antara kepemimpinan Iran.

"Terlalu banyak waktu yang terbuang untuk bepergian, terlalu banyak pekerjaan!" ujar Trump di me di Truth Social.

Trump menyebut, ada pertikaian dan kebingungan yang luar biasa dalam 'kepemimpinan' mereka. "Tidak ada yang tahu siapa yang bertanggung jawab, termasuk mereka," kata dia.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...