Ekonomi RI Ngebut saat Singapura, Malaysia, Vietnam Melambat, Ini Penjelasan BPS

Image title
5 Mei 2026, 13:36
pertumbuhan ekonomi, ekonomi RI, singapuran, vietnam
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai  5,61% secara tahunan. Pertumbuhan ini lebih kuat dibandingkan kuartal IV 2025 yang mencapai 5,39% maupun proyeksi pemerintah sebesar 5,5%. 

Kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia ini juga lebih baik dibandingkan tiga negara ASEAN lainnya yang mengalami perlambatan pada awal tahun ini dibandingkan kuartal terakhir tahun lalu. Ekonomi Malaysia tumbuh melambat dari 6,3% menjadi 5,4%, Singapura melambat dari 5,7% menjadi 4,6%, dan Vietnam dari 8,5% menjadi 7,8%. 

Lantas apa pendorong ekonomi RI tumbuh moncer saat negara lain tertekan dampak perang Iran-AS?

Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang oleh konsumsi masyarakat dengan kontribusi mencapai 54,36%. Pertumbuhan konsumsi pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai 5,52% secara tahunan. 

Amalia menjelaskan, konsumsi rumah tangga tumbuh menguat didorong oleh momen hari besar keagamaan dan mobilitas masyarakat. 

"Kalau kita lihat subkomponen pengeluaran rumah tangga yang tumbuh tinggi, yakni restoran dan hotel mencapai 7,38%. Konsumsi transportasi dan komunikasi juta tumbuh tinggi mencapai 6,91%," ujar dia. 

Ia menjelaskan, pengeluaran pada kelompok restoran dan hotel terjadi seiring meningkatkan kegiatan wisata selama liburan yang. Sedangkan konsumsi pada trasportasi dan komunikasi didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat. Kedua hal ini tak lepas dari momentum Ramadan dan Lebaran. 

Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I ini juga ditopang oleh komponen pembentuk modal tetap bruto (PMTB) yang berkontribusi mencapai 28,29%. Pertumbuhan komponen investasi ini mencapai 5,96%. 

Amalia menjelaskan, PMTB yang tumbuh positif tercermin pada beberapa indikator investasi, antara lain adalah kendaraan tumbuh sebesar 12,39%, mesin dan perlengkapannya tumbuh sebesar 10,78%, serta realisasi investasi dari BKPM tumbuh sebesar 7,22%.

"Kontribusi total kedua komponen ini yaitu konsumsi rumah tangga dan PMTB memberikan kontribusi sebesar 82,65% terhadap total PDB," kata Amalia.

Meski demikian, menurut dia, komponen pengeluaran yang tumbuh paling tinggi adalah konsumsi pemerintah mencapai 21%. Hal ini  didorong meningkatnya realisasi belanja pegawai melalui realisasi pembayaran gaji ke-14, belanja barang dan jasa terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat.

Dari sisi produksi, lapangan usaha yang memberi kontribusi utama terhadap pertumbuhan PDB adalah pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi. Namun, Industri Pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang paling dominan.

"Jika dilihat dari sumber pertumbuhan pada Triwulan I-2026, lapangan usaha industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yaitu sebesar 1,03% basis point," ujar Amalia. 

Selain manufaktur, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh sektor perdagangan dengan kontribusi 0,82% basis poin, sektor pertanian 0,55%, serta sektor konstruksi sebesar 0,53%. Secara akumulatif, lima sektor utama termasuk pertambangan mencakup 63,52% dari total PDB Indonesia.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...