Cara India Stabilkan Rupee yang Anjlok: Naikkan Pajak Emas dan Perak

Agustiyanti
13 Mei 2026, 14:57
rupee india, pajak emas
Soumyabrata Roy/NurPhoto via Reuters
Rupee India jatuh ke titik terendah sepanjang masa di angka 95,7375 per dolar, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak, berkurangnya harapan akan kesepakatan perdamaian Amerika Serikat-Iran, arus keluar portofolio yang berkelanjutan, dan melemahnya sentimen.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

India menaikkan tarif impor emas dan perak sebagai langkah untuk mempertahankan mata uangnya. Negara ini berupaya keras memperkuat cadangan devisa dan menahan dampak perang di Timur Tengah ke ekonomi mereka.

Mengutip Bloomberg, pemerintah India menaikkan pajak impor emas dan perak lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 15% dari 6%. Kenaikan ini dilakukan dengan mengenakan bea masuk dasar 10% di samping pungutan infrastruktur dan pembangunan pertanian sebesar 5%.

Kenaikan tarif ini, bertujuan untuk mengurangi permintaan di pasar logam mulia, menyusul imbauan dari Perdana Menteri Narendra Modi pada akhir pekan lalu. Ia mendesak warga untuk menunda pembelian emas serta perjalanan luar negeri yang tidak perlu untuk membantu menjaga nilai mata uang. India, importir minyak terbesar ketiga di dunia, telah terpukul keras oleh guncangan inflasi yang disebabkan oleh gangguan energi akibat perang Iran-AS.

Emas adalah komoditas impor penting bagi India, setelah minyak mentah. Lonjakan impor mendorong arus keluar devisa yang tajam, menekan rupee ke titik terendah sepanjang masa dan mendorong Bank Sentral India untuk turun tangan. Berdasarkan data Bloomberg, rupee telah melemah lebih dari 6% sepanjang tahun ini.

"Kenaikan pajak akan mendorong kenaikan harga domestik untuk logam mulia, meskipun pembelian emas untuk pernikahan akan terus berlanjut terlepas dari keputusan pemerintah," ujar Chirag Sheth, konsultan utama untuk India di perusahaan konsultan Metals Focus Ltd.

Namun, menurut dia,  orang mungkin akan berhenti membeli emas dalam jangka pendek untuk menunggu harga stabil.

Emas sangat melekat dalam budaya India dan memainkan peran penting dalam tabungan, pernikahan, dan festival keagamaan. India memenuhi hampir seluruh kebutuhannya melalui impor, dengan 710 ton emas masuk tahun lalu.

Harga logam mulia ini telah meningkat lebih dari dua kali lipat nilainya selama beberapa tahun terakhir, meskipun sempat turun sejak pecahnya perang Iran karena kekhawatiran inflasi.

Bank Sentral India (RBI) terus melakukan intervensi untuk memperkuat mata uang. Cadangan devisanya telah turun menjadi US$690,7 miliar per 1 Mei, level terendah dalam lebih dari sebulan. Namun, cadangan tersebut cukup untuk menutupi impor selama 10 hingga 11 bulan. Rupee stabil dalam perdagangan domestik pada Rabu (13/5).

"Langkah-langkah tersebut mungkin membantu dalam batas tertentu, tetapi kemungkinan tidak akan mengubah tekanan depresiasi untuk saat ini,” kata Wee Khoon Chong, ahli strategi makro Asia-Pasifik di BNY di Hong Kong.

Ia menilai, harga minyak yang tinggi, dolar yang menguat, dan arus keluar modal asing akan membebani rupee dalam jangka pendek.

Bank sentral juga telah mengambil beberapa langkah lain untuk mendukung mata uang,, termasuk mengekang spekulasi di pasar valuta asing dengan membatasi posisi terbuka harian bank hingga US$100 juta. New Delhi masih mempertimbangkan langkah-langkah darurat lainnya, termasuk menaikkan harga bahan bakar dan mengekang impor barang-barang yang tidak penting seperti barang elektronik.

“Pada saat ini, kenaikan bea masuk saja mungkin tidak cukup untuk menghambat permintaan emas mengingat efek kekayaan besar yang dihasilkan emas,” kata Garima Kapoor, seorang ekonom di Elara Securities India Pvt Ltd. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...