Kemenkeu Diam-diam Serap Surat Utang Sejak Pekan Lalu, Target Rp 2 T per Hari

Ade Rosman
19 Mei 2026, 17:13
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memegang dahi saat menyampaikan paparan dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memegang dahi saat menyampaikan paparan dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Keuangan diam-diam menyerap surat utang negara sejak Kamis pekan lalu.  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan target penyerapan surat utang negara sebesar Rp 2 triliun belum terpenuhi. 

Purbaya mengatakan pemerintah baru mampu menyerap Rp 600 miliar, dari target menyerap surat berharga negara (SBN) Rp 2 triliun per hari. “Artinya yang jual juga sedikit sebetulnya. Jadi kita memastikan harga bond tetap terkendali," kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).

Langkah menyuntikkan APBN ke pasar obligasi ini, kata dia, sebagai salah satu langkah untuk menyelamatkan rupiah. “Dari Kamis minggu lalu (14/5) sedikit, kemarin sedikit. Sekarang saya lihat lagi seperti apa,” kata Purbaya.

Purbaya menyebutkan dua langkah yang dilakukan untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah, yakni Bond Stabilization Fund (BSF) dan Bond Stabilization Framework.

Saat ini, pemerintah baru menjalankan Bond Stabilization Fund. Sedangkan untuk Bond Stabilization Framework, Purbaya menyebut perlu melibatkan lembaga lain seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), lembaga di bawah naungan Kemenkeu.

Selain itu juga melinatkan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) lain seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Namun, Purbaya menegaskan saat ini pemerintah belum perlu menerapkan Bond Stabilization Framework, karena harga obligasi yang dinilai masih terkendali.

“Sekarang belum separah itu keadaannya, masih relatif lumayan lah,” kata dia.

Sebelumnya, Purbaya menggelontorkan duit Rp 2 triliun per hari untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang berada dalam level terendahnya. Pada Selasa (19/5) rupiah berada di level Rp 17.685 per Dolar AS.

Dia mengatakan pemerintah masuk ke pasar obligasi secara bertahap. "Asing juga udah masuk juga jadi harusnya sih ke depan akan minggu-minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari bond market,” katanya di Istana Negara, Jakarta.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...