Purbaya: Defisit APBN Rp 180,4 Triliun Hingga Mei 2026

Ade Rosman
5 Juni 2026, 15:27
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap menyampaikan pendapat akhir mewakili Presiden saat Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap menyampaikan pendapat akhir mewakili Presiden saat Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan menuturkan defisit APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp 180,4 triliun atau 0 7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan pada April 2026 yang mana defisit tercatat Rp 164,4 triliun atau 0,64% dari PDB. Purbaya mengatakan defisit dapat dikendalikan lantaran perbaikan di sisi pajak dan bea cukai.

“Bisa kita kendalikan, utamanya kenapa? Karena pajak dan bea cukai ada perbaikan yang signifikan,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTA yang digelar di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/6).

Purbaya menyebut angka defisit Mei 2026 ini jauh di bawah target defisit sepanjang 2026 yakni Rp 689,1 triliun atau 2,68% terhadap PDB.

Adapun, realisasi pendapatan negara tercatat 37,6% dari total target APBN sebesar Rp 3.153 triliun.

Pendapatan negara terhimpun sebesar Rp 1.185 triliun (37,6%) target APBN senilai Rp 3.153,6 triliun. Angka ini tumbuh 19,1% secara tahunan.

Di sisi lain, penerimaan perpajakan tercatat Rp 958,2 triliun, yang ditopang oleh serapan pajak yakni Rp 834,4 triliun atau tumbuh 22,1% secara tahunan.

Sementara itu penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh 0,7% secara tahunan dengan nilai Rp123,8 triliun.

Lalu, komponen penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 226,4 triliun, tumbuh 19,9% secara tahunan.

Sedangkan, dari sisi belanja negara, hingga Mei 2026 tercatat Rp 1.365,4 triliun atau setara 35,5% dari target APBN Rp 3.842,7 triliun, atau tumbuh 34,4% (yoy).

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...