IHSG Berpotensi Naik, Saham ADRO, ASII hingga ISAT Dijagokan Analis
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan naik pada perdagangan hari ini, Jumat (12/6). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII) hingga PT Indosat Tbk (ISAT).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai, indeks dapat melanjutkan tren kenaikan jika support minor di level 5.519 tetap bertahan.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum netral,” kata Ivan dalam keterangan dikutip Jumat (12/6).
Ia memperkirakan level support IHSG berada di level 5.314, 5.052 dan 4.858, sedangkan level resistance di level 6.264, 6.545 dan 6.787.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.
Pada perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai IHSG secara teknikal berpotensi membentuk Golden Cross dan ditutup di atas level MA5 dan MA10. Dengan demikian, indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 5.900-5.950.
Di sisi lain, sentimen lain yang menurut Phintraco Sekuritas memengaruhi pergerakan IHSG adalah langkah terbaru pemerintah terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah tengah melakukan proses penataan menyeluruh terhadap sistem distribusi dan implementasi program (MBG) dalam rangka untuk melakukan efisiensi anggaran.
Melalui sinkronisasi data dan penataan SPPG, pemerintah optimis dapat menekan biaya operasional. Pemerintah sebelumnya telah melakukan efisiensi anggaran program MBG menjadi Rp268 triliun dari alokasi awal Rp335 triliun.
Hingga Mei 2026, realisasi program MBG ini telah mencapai Rp88,15 triliun, naik 17,53% dari Rp75 triliun di April 2026. Jika efisiensi anggaran MBG dapat ditekan secara signifikan, maka diharapkan berpotensi akan mengurangi defisit APBN.
Sementara itu, penjualan ritel turun 3.7% year on year (yoy) di April, setelah meningkat 3.4% di Maret 2026. Ini merupakan penurunan yang pertama sejak April 2025, yang menggarisbawahi kondisi melemahnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar non subsidi.
Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham-saham antara lain, PT Indosat Tbk (ISAT), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
