Kemenkeu Pangkas Anggaran Dinas Luar Negeri Jadi Rp 55 Miliar Tahun Depan

Ade Rosman
15 Juni 2026, 19:18
anggaran kunjungan ke luar negeri, kemenkeu, anggaran 2027, apbn 2027,
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memangkas anggaran perjalanan dinas luar negeri dalam usulan anggaran 2027. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Herman Saheruddin menyampaikan anggaran yang sebelumnya berada di kisaran Rp 80 miliar diturunkan menjadi sekitar Rp 55 miliar. 

Herman menuturkan, pemangkasan anggaran dinas luar negeri itu sebagai bagian dari upaya efisiensi belanja negara.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Herman mengatakan pengurangan anggaran perjalanan luar negeri tersebut merupakan salah satu komponen terbesar dalam penyesuaian pagu anggaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

“Tentang penurunan anggaran dari Rp 80 miliar ke sekitar Rp 55 (miliar), ini memang paling banyak adalah kami turunkan di perjalanan dinas luar negeri,” kata Herman dalam rapat dengan Komisi XI DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6). 

Meski anggaran dipangkas, Herman menegaskan perjalanan dinas luar negeri yang tetap dilaksanakan akan difokuskan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi perekonomian nasional. Salah satunya adalah memperkuat hubungan dengan investor global dan pelaku pasar keuangan internasional.

Ia menjelaskan, setiap kunjungan luar negeri kini diarahkan untuk bertemu investor asing maupun kamar dagang internasional guna menjaga kepercayaan pasar terhadap Indonesia.

“Kami pastikan perjalanan dinas luar negeri yang kami lakukan itu adalah perjalanan-perjalanan dinas yang langsung memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.

Herman menjelaskan pertemuan dengan investor global menjadi penting untuk menjaga minat investasi terhadap surat utang negara Indonesia serta mempertahankan biaya pendanaan pemerintah pada level yang kompetitif.

“Misalnya kami melibatkan di setiap kunjungan kami sekarang ketemu dengan investor asing dan juga chambers of commerce sehingga langsung dapat meningkatkan confidence investor global terhadap sovereign bonds Indonesia sehingga yield-nya dapat tetap pada level yang terkendali,” kata Herman.

Herman mengatakan, efisiensi belanja perjalanan dinas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas belanja negara di tengah kebutuhan menjaga disiplin fiskal dan mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk program-program prioritas nasional.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...