Teknologi dan Inovasi Jadi Mesin Pertumbuhan Cina, RI Perkuat Kolaborasi
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyatakan Indonesia berkomitmen untuk mempererat kerja sama dengan Cinadalam bidang inovasi dan teknologi guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sains dan industri.
Dalam sebuah forum kerja sama Indonesia–Tiongkok, Stella menyoroti keberhasilan klaster inovasi dan teknologi di Tiongkok yang dinilai menjadi model pembangunan ekonomi modern dunia.
Ia menyebut, klaster inovasi dan teknologi di Cina mampu menyumbang 13,4% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut, meski hanya menggunakan 2,5% dari total lahan pembangunan nasional.
“Ini adalah impian bagi negara mana pun. Hanya dengan menggunakan 2,5% lahan, mereka dapat menyumbang 13,4% dari total PDB Tiongkok,” ujar Stella, Rabu (24/6).
Pencapaian tersebut menunjukkan bagaimana pengembangan kawasan inovasi dan teknologi dapat menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, Indonesia ingin menjadikan Cina sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem serupa.
Stella mengatakan pemerintah Indonesia telah memulai berbagai langkah kolaborasi dengan Tiongkok, baik dalam bidang pendidikan tinggi, riset, teknologi, maupun pengembangan industri berbasis ilmu pengetahuan.
“Kami sudah memulai ini. Ada banyak hal yang telah kami mulai dan ingin kami lakukan dalam skala besar melalui kolaborasi bersama,” katanya.
Pengembangan Ekonomi Berbasis Sains dan Teknologi
Stella menilai kemitraan Indonesia dan Tiongkok kini tidak lagi hanya berfokus pada perdagangan, tetapi mulai berkembang ke arah pengembangan ekonomi, industri, dan manufaktur berbasis sains dan teknologi.
“Sekarang kita benar-benar dapat berkembang, bukan hanya dalam perdagangan, tetapi juga dalam pengembangan ekonomi, industri, dan manufaktur Indonesia yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.
Stella juga menekankan pentingnya kolaborasi besar antara akademisi dan industri sebagai strategi masa depan kedua negara. Sinergi tersebut akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia–Tiongkok yang saling menguntungkan.
Ia menyebut Tiongkok sebagai salah satu contoh terbaik di dunia dalam pembangunan berbasis inovasi dan teknologi. “Saya mengetahui hal ini secara langsung bahwa Tiongkok adalah contoh terbaik yang dapat kita ikuti dan ajak berkolaborasi,” katanya.
